Pedagang Angso Duo Jangan Terbawa ‘Rendong’ Politik 2018  

Amuk pedagang di pasar tradisional Angso Duo, Minggu (5/11-2017) malam pecah. Pasalnya, meraka menolak direlokasi ke pasar modren Angso Duo yang letaknya bersebelahan. Padahal, sebelumnya mereka sepakat untuk dipindah ketimbang mengukuti keinginan Pemerintah Kota Jambi, merelokasi pedagang ke pasar Talang Gulo yang letaknya sangat berjauhan dan juga tidak dapat dinilai secara ekonomis.

Menyikapi keinginan pedagang itu, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli pun mengambil langkah,  tidak saja mendesak agar pelaksana pembangunan pasar modren Angso Duo segera menyelesaikan pembangunannya, tetapi pedagang pun langsung direlokasi ke pasar yang kondisinya dalam tahap penyelesaian itu.

Awalnya, relokasi pedagang ke pasar modren Angso Duo berjalan sangat kondhusif terlebih lagi Gubernur Zola menginstruksikan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi melaksanakan gotong royong untuk membantu pedagang.  

Namun, dalam perjalanan merelokasi pedagang itu berubah dan malah ada pedagang yang menganggap perpindahan mereka dari pasar tradisional Angso Duo ke pasar modren Angso Duo dipaksakan. Padahal, sebelumnya justru pedagang yang meminta direlokasi ke pasar modren Angso Duo, ketimbang mengikuti keinginan Pemerintah Kota Jambi merelokasi mereka ke pasar Talang Gulo.

Akhirnya, situasi pasar yang kondhusif sebagai tempat jual beli kebutuhan pokok berubah menjadi zona pertengkaran, karena tersulut banyak kepentingan yang saling bertolak belakang antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kota Jambi, termasuk dalam menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018.

Gubernur Jambi Zumi Zola, mesti harus ekstra hati – hati menghadapi polemik yang terjadi di tengah pedagang di pasar tradisional Angso duo, terkait relokasi yang sedang dilakukannnya itu. Sebab apa ? ada satu celah yang bisa dianggap lemah karena Pemerintah Provinsi Jambi tidak memiliki dinas yang mengurusi sampah termasuk di pasar Angso Duo.

Sementara, instruksi terhadap PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan gotong royong di pasar tersebut, bisa dijadikan alat menyerang balik karena PNS yang diinstruksikannya itu dianggap telah mengabaikan tugas pokoknya di jajaran Pemerintah Provinsi Jambi.

Tetapi, disisi lain Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli bisa menjadi  pahlawan dimata  pedagang yang menolak dipindahkan ke pasar Talang Gulo, jika relokasi ke pasar modren Angso duo kembali dirembukan. Apalagi, dalam sejarahnya tahun pertama kepemimpinan Walikota Jambi Sy Fasha, padagang Angso Duo yang digusurnya sempat protes, dan akhirnya membuka lapak daganganya di depan kantor Walikota Jambi itu. (***)

Print Friendly, PDF & Email