Pemimpin Tembolok Monyet

Tahun 2016 lalu, dalam perhitungan kalender Tiongkok, disebut Shio Monyet. Monyet adalah hewan pintar. Hal ini biasanya dibandingkan dengan orang yang cerdas. Selama Musim Semi dan Gugur (770 SM – 476 SM), gelar resmi bermartabat dari Marquis dengan pengucapan ‘Hou’, adalah sama dengan monyet.

Monyet juga sebuah simbol yang identik dengan keberuntungan. Makanya gambar monyet sering diletakan pada pintu atau dinding rumah yang diharapkan dapat menarik energi keberuntungan.

Mereka jenius meski sedikit tidak menentu dalam karakter dan kehidupan mereka. Mereka yang lahir di Tahun Monyet biasanya berkarakter fleksibel, cerdik dan serbaguna. Mereka suka bergerak dan olahraga. Mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, mereka percaya diri, supel dan inovatif, dengan kemampuan praktis yang kompeten.

Monyet, dan ada juga yang menyebutnya kera, sedangkan suku Banjar lebih mengenal Warik ketimbang monyet. Tetapi yang jelas hewan yang satu ini punya kesamaan soal tembolok sebagai tempat menyimpan makanannya.

Soal monyet dan temboloknya, sering menjadi masalah dibandingkan hewan yang lain. Misalnya saja, jika coba dikaitkan dengan seekor kambing. Kambing hewan yang dikenal mengembek dan tak pernah henti menguyah tetapi taiknya tetap bisa ditemukan. Maka, jangan heran jika kita kekandang kambing banyak dijumpai taik kambing, dan selanjutnya bisa juga dijadikan pupuk termasuk juga menjadi bahan bakar seperti taik sapi.

Tetapi berbeda dengan monyet. Walaupun tak pernah berhenti menguyah, namun jarang sekali kita bisa menemukan taik monyet, dan itulah monyet yang sulit bisa mendapat berkah darinya walaupun hanya untuk mendapatkan taik monyet.

Lantas, apa kaitannya dengan pemimpin bertembolok monyet ? Dalam suatu negeri yang kita ilustrasikan sebagai negeri monyet ini, pemimpin yang bertembolok monyet itu.

Maaf, entah yang kita maksudkan sebagai seorang gubernur, bupati, maupun walikota di negeri serba monyet, dari urusan mengerjakan proyek, upeti proyek yang dikenal dengan bagi hasil 12 persen di negeri monyet tak penah akan mengucur penghasilan itu kepada yang lain, karena monyet tak tau taiknya ada dimana, sehingga Monyet selalu lupa dengan pengabdian walaupun dengan monyet yang lain.

Akhir kata, begitulah hebatnya monyet, karena taik monyetpun tak akan diberikan kepada monyet yang lain, walaupun monyet- monyet di negeri monyet tak akan pernah berbagai apalagi kepada kambing, sapi sekalipun gajah. Ingat, tahun 2016, merupakan tahun monyet. (***)

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email