Pengguna Jalan Minta Tutup TransMart Jambi

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Sekarang, terjadi kemacetan parah di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jambi. Pasalnya, sejak beroperasinya TransMart Kota Jambi, Jum’at (17/5-2019) lalu.

Hasil pantauan reporterbrandanews.co.id, Minggu (19/5-2019), terjadi kemacetan parah hingga sekitar 1 kilometer, atau hingga melewati Makopolda Jambi.

“Seluruh kenderaan yang melintas terhenti, dan ini diakibatkan membludaknya kendaraan yang memasuki pusat perbelanjaan dan permainan anak – anak modren itu,” demikian dilaporkan.

Selanjutnya, sejumlah pengguna jalan yang sempat dimintai tanggapannya terkait kemacetan itu, menunjukan sikap protes dan meminta pusat perbelanjaan TransMart Jambi ditutup jika tidak dapat mengatasi kemacetan di ruas jalan tersebut.

Nurdin (45) pengguna jalan di daerah itu mengatakan, pasti ada yang tidak beres dalam penerbitan izin  Amdal Lalin untuk TransMark Jambi. “Kondisi ini akan terus menjadi biang masalah kemacetan di ruas Jalan Jenderal Sudirman,” katanya.

Pemerintah Kota Jambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi, Polda Jambi, Polresta Jambi, dan instansi terkait harus mengambil langkah untuk mengatasi kemacetan yang diakibatkan beroperasinya TransMart Jambi itu.

“Jangan perizinannya begitu saja dengan mudah diterbitkan sedangkan yang menanggung resiko dengan kemacetan yang terjadi itu adalah masyarakat pengguna jalan yang membayar pajak kendaraannya, dan inikan tidak adil namanya,” kata Ia.

Sementara itu, penggendara yang lain, Nurlena Sulaiman (42) warga Talangbanjar, Kota Jambi mengakui, sejak beroperasinya TransMart itu, seluruh ruas jalan mengalami kemacetan disekitarnya. “Jangankan jalan yang badan jalannya lebar mengalami kemacetan jalan lingkungan disekitarnya juga dihantam kemacetan,” kata Nurlena.

Sebaiknya, kata Nurlena, perlu dikaji ulang penerbitan izin yang diberikan kepada pihak TransMart Jambi, dan ini perlu dilakukan untuk mengatasi kemacetan parah seperti yang terjadi sekarang ini. (wyu/jul/sal)

Print Friendly, PDF & Email