Perairan Jambi Rawan Masuk Barang Smokel, Puluhan Pukat Harimau Beroperasi Gunakan Hamparan Dasar

0
72
Perairan jalur Pulau Berhala rawan penyelundupan masuk ke perairan Jambi. poto/ist

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Perairan pantai Timur Jambi semakin rawan masuknya barang selundupan smokel. Dan tidak hanya itu, puluhan pukat harimau (trawl) yang menggunakan hamparan dasar juga beroperasi, sehingga mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang yang cukup parah di sepanjang perairan itu.

Reporter brandanews.co.id, Jum’at (20/10-2017) memperoleh keterangan dari sejumlah nelayan tradisional di Muara Sabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur mengungkapkan, masuknya barang selundupan smokel ke Jambi melalui jalur perairan Pulau Batam menuju ke beberapa titik strategis  yang berbatasan dengan perairan Jambi.

Truk bermuatan barang selundupan berupa eletronik dan ponsel berhasil ditangkap pihak Polres Tanjungjabung Timur. poto/ist

Seperti dikatakan, Umar Salim (53) salah seorang nelayan tradisional, barang selundupan smokel dari Pulau Batam itu diangkut dengan kebayakan menggunakan  kapal kayu menuju perairan Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Selanjutnya, dari situlah, kata Umar, kapal – kapal itu mulai mengarah masuk ke perbatasan perairan Jambi disekitar Pulau Berhala. “Biasanya, kapal bermuatan barang selundupan smokelngetem membaca situasi aman dari penjagaan petugas, dan juga biasanya barang smokel yang diakut dilansir ke kapal kecil menuju Sungai Lokan, Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Pada posisi di Sungai Lokan itulah, kata Umar, barang selundupan smokel itu terus masuk menuju Suak Kandis, dan dari sinilah selanjutnya barang smokel dipindahkan ke jalur darat menggunakan kebanyak truk PS untuk tujuan pengiriman terakhir barang – barang smokel itu, dan juga bisa melalui jalur darat Muara Sabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur menuju Jambi dan daerah lainnya.

“Jalur perairan yang dilalui kapal kayu bermuatan barang selundupan smokel dari Pulau Batam itu, banyak dijumpai pelabuhan tikus, termasuk di daerah perairan Sungai Lokan, Kabupaten Tanjungjabung Timur,” ungkapnya.

Disamping itu, Umar Salim juga mengatakan, pelaku penyelundup di daerah ini sebenarnya merupakan pemain lama yang memiliki jaringan yang sudah mengakar, seperti J, AM, TK, SE, dan bahkan salah satu pemainan lama kejahatan penyelundupan tersebut sekarang malah mengembangkan bisnisnya dengan mengoperasikan puluhan kapal pukat harimau (trawl) dengan menggunakan hamparan dasar.

Dijelaskan Umar, pukat harimau dengan bobot 30 GT sampai 60 GT  itu beroperasi di subuh hari di titik perairan Jabung, Air Itam, Sungai Sayang, dan Kampung Laut. Akibat pukat harimau itu sekarang, kata Ia menambahkan, nelayan tradisional di perairan pantai Timur Jambi semakin sulit untuk memperoleh hasil tangkap karena trawl yang menggunakan hamparan dasar merusak terumbu karang tempat ikat berkembang.

Inilah barang hasil selundupan itu ditunjukan petugas setelah berhasil mereka tangkap. Poto/ist

Secara terpisah, Kapolres Tanjungjabung Timur AKBP Marinus Marantika Sitepu mengatakan, daerah ini cukup rawan penyelundupan dan terbukti sudah sering pihaknya menggagalkan aksi penyelundupan itu dengan menangkapnya, seperti yang terjadi belum lama ini pihaknya berhasil menangkap barang selundupan berupa eletronik dan ponsel saat akan dibawa ke Jambi melalui dua unit truk PS melalui jalur Berbak.

“Sekarang kasusnya tengah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian, tidak saja mengamankan barang hasil kejahatan itu, tetapi dua unit truk yang mengangkut dan pengemudi serta kerneknya masih diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” terang Marinus. (sal/ju/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *