PERANAN FAPET FARM SEBAGAI LABORATORIUM LAPANGAN (TEACHING FARM) DAN KERJA SAMA DENGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN(SMK) DI JAMBI.

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi  —Fapet Farm merupakan Laboratorium Lapangan (Teaching Farm) yang berfungsi untuk menunjang proses akademik dan penelitian di Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Selain itu itu Fapet farm juga berfungsi untuk melayani kegiatan kunjungan dari berbagai instansi seperti beberapa sekolah di Kota Jambi, Kabupaten Musi Rawas, Muaro Jambi dsb. Sementara itu Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang mengharuskan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bekerja sama dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (Du/Di). Universitas atau instansi pemerintah dakam rangka peningkatan kualitas lulusan SMK sebagai sember daya manusia yang handal, profesional, berakhlak mulia dan siap pakai dimanapun mereka berada. Oleh karena itu tim pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Jambi melakukan kegiatan pengabdian ini untuk mentransfer ilmu dan berperan dalam memfasilitasi program peningkatan pendidikan.

Kegiatan ini dilakukan oleh Dr. Ir. Raguati, MP., Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc. Agr., Dr. Yatno, S.Pt, M.Si., Dr. Ir. Endri Musnandar, MS. Dengan judul “Peningkatan Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 9 Sarolangun Dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Pangabuan Di Fapet Farm Universitas Jambi”. Kegiatan pengabdian ini di danai oleh DIPA PNBP LPPM Pada Fakultas Peternakan Universitas Jambi Tahun Anggaran 2019.

Sejak tahun 2010 Fapet Farm telah melakukan kerjasama dengan Sekolah Menegah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 9 Sarolangun dan tahun 2015 SMK I Pangabuan sudah melakukan perjanjian kerjasama dalam bentuk MOU. Kegiatan yang dilakukan adalah Fapet Farm memfasilitasi tempat untuk Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan selama 2,5 bulan. Selama melakukan praktek siswa dibekali dengan ilmu dan kegiatan praktis bidang peternakan. Untuk menentukan apakah siswa yang praktek di Fapet Farm telah menerima semua ilmu pengetahuan yang telah di ajarkan, maka pada akhir waktu praktek kerja industri diadakan test kemampuan akademiknya. Kegiatan ini adalah menjalin kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi sebagai pembina dan SMK sebagai stakeholder penerap ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan.
Kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pembinaan siswa peserta praktek kerja lapang pada siswa peserta yang berasal dari SMK Negeri 9 Sarolangun berjumlah 18 orang dan dari SMK Negeri I Pengabuan berjumlah 12 orang siswa. Dalam kegiatannya dibagai menjadi 3 tahap yaitu; tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini berupa Menempatkan siswa peserta untuk tinggal di lingkungan tempat kegiatan yang disediakan oleh Farm Fakultas Peternakan. Pembagian kelompok kegiatan agar mudah dalam praktek kerja baik berupa penyuluhan dan pelatihan lalu uji peningkatan kompetensi.

Selama mengikuti Prakerin, para siswa diberikan pengayaan materi tentang peternakan. Materi yang diberikan adalah management ternak secara umum yang meliputi ; Pemilihan dan seleksi bibit, Managemen pemberian pakan. Manajemen perkandangan. Penyusunan pakan, teknologi pengolahan pakan. Pemeliharaan Sapi perah. Pengolahan hasil ternak. Dinamika Kelompok dan organisasi. Pengolahan limbah ternak untuk pembuatan biokompos. Pemanfaatan urin sapi menjadi biourine.

Pada akhir pelaksanaan pengabdian pada prakerin SMKN 9 Sarolangun dan SMKN 1 Pengabuan dapat disimpulkan bahwa : Terjadinya peningkatan ilmu pengetahuan tentang peternakan oleh para siswa peserta prakerin rata-rata nilai yang diperoleh nilai sangat baik sehingga terjadi kompetensi siswa dibidang peternakan. Prakerin yang telah dilaksanakan atas kerjasama Fak. Peternakan dengan SMKN 9 Sarolangun dan SMKN 1 Pengabuan dapat dijadikan model kerjasama yang baik, agar lulusannya dapat melanjutkan studinya di Fak. Peternakan UNJA. Raguati dan kawan-kawan.(Dr. Ir. Raguati, MP.)

Print Friendly, PDF & Email