PERIODE KE DUA DPR, SAH LANJUTKAN KEBERPIHAKAN PADA RAKYAT, MEMPERJUANGKAN PENDIDIKAN ANAK BANGSA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI untuk periode ke dua, Anggota Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) meneguhkan komitmennya untuk terus berpihak pada rakyat dan memperjuangkan keadilan bagi anak bangsa.

Pernyataan ini disampaikan SAH ketika dilantik sebagai Anggota DPR / MPR RI (1/10-2019) kemarin di Senayan Jakarta.

“Periode kemarin saya melihat tantangan dunia pendidikan adalah mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas, maka saya fokus kesana membawa banyak program beasiswa bagi anak – anak di daerah pemilihan, sekarang sambil menanti penugasan Fraksi mau di Komisi apa, saya tetap meneguhkan niat untuk melanjutkan keberpihakan pada rakyat memperjuangkan keadilan bagi anak bangsa,” jelasnya.

Namun terlepas di komisi penugasannya nanti SAH berpandangan “pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan yang harus terus dilakukan dalam skala prioritas program secara nasional,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan pemerataan dan kualitas pendidikan, SAH mengaku, DPR telah mengajak semua stakeholder terkait untuk melakukan reformasi pendidikan nasional, baik dalam tataran konseptual maupun manejerial.

“Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter menjadi fondasi pendidikan nasional, karena kualitas yang ingin dicapai harus berorientasi pada pembentukan karakter jenjang pendidikan dasar secara merata di semua wilayah Tanah Air,” jelasnya.

Lebih lanjut SAH mengatakan, reformasi pendidikan dilakukan demi terwujudnya pembangunan pendidikan yang dapat mengantar bangsa dan negara pada kejayaan di masa depan. “Karakter yang kuat akan menjadi fondasi yang kokoh bagi peserta didik masa kini. Kemudian disempurnakan dengan penguasaan berbagai keterampilan hidup, vokasi, dan profesi abad 21,” ungkap Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Saat ini menurut SAH, pemerintah dan DPR terus mengupayakan penyelarasan, kebudayaan dengan pendidikan. Hal tersebut ditempuh untuk menghadirkan proses pembelajaran yang terbuka, luwes, dan memberikan keleluasaan bagi para pelajar. “UU Pemajuan Kebudayaan dan juga UU Sistem Perbukuan telah disahkan. Produk legislasi ini diharapkan dapat mendukung reformasi pendidikan nasional yang digulirkan pemerintah,” tandasnya.(wyu/wal/dik)

Print Friendly, PDF & Email