Petani Hanya Bisa Pasrah, Harga Karet Cuma Rp 6.00/Kilo

0
104
Walaupn harga karet sedang anjlok petani harus pasrah menjual produksi karetnya. poto fay
BRANDANEWS.CO.ID – Petani karet di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, sempai sekarang hanya bisa pasrah menghadapi anjloknya harga karet di tengah meroketnya harga kebutuhan bahan pokok.
 
Selanjutnya dilaporkan, Agus (39) salah seorang pengumpul karet yang juga sekaligus petani karet itu mengatakan kepada reporterbrandanews.co.id, Sabtu (8/7-2017), di tengah anjloknya harga karet kondisi itu diperparah karena menurunnya produksi karet petani.
 
Menurut dia, harga karet yang dihasilkan petani di daerahnya itu hanya dihargai Rp 6.500 per kilo, dengan kualitas karet terbaik, sedangkan untuk karet beku hanya dihargai antara Rp 5.500 s/d Rp 6.000 per kilo.
 
“Itulah sebabnya, tidak menjadi heran kalau petani karet pasca anjoknya harga karet membuat mereka terlilit hutang, dan tidak sedikit petani yang terpaksa harus mengampil pinjaman dengan bunga tinggi kepada rentenir,” kata Agus.
 
Pasca anjloknya harga karet petani, dikatakan Agus, walaupun turunnya harga karet sudah hampir mencapi setahun, tetapi sampai sekarang ini belum ada upaya pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Merangin maupun Pemerintah Provinsi Jambi untuk dapat meningkatkan harga karet itu.
 
“Petani hanya bisa pasrah menunggu kembalinya harga karet membaik,” ungkapnya. (sal/fay/jul)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *