Petani Menjerit, Harga TBS Sawit Begitu Terpuruk

0
61

BRANDANEWS.CO.ID – Nasib, nasib pak, itulah yang dikatakan Nurdin Tambunan (54) salah seorang petani kelapa sawit di daerah Bahar Selatan, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi.

“Sekarang ini, kondisi kehidupan petani semakin tidak menentu. Sudalah harga sawit jatuh terpuruh, dan malah semakin dipersulit dengan keruskan jalan yang begitu perah di daerahnya,” katanya kepada brandanews.co.id, Minggu (9/4-2017).

Saat ini, dikatakan Nurdin, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani hanya dihargai antara Rp 600/kilo s/d Rp 800/kilo. “Kalau kebun petani kebetulan jalannya sulit dilalui harga buahpun semakin diharga murah, sehingga ada petani yang tidak lagi memanen buahnya,” ungkapnya.

Bahar Selatan, dikatakan petani lima orang anak itu, merupakan salah satu daerah yang kondisi kerusakan jalannya cukup parah. Akibatnya, di tengah kesulitan petani menjual buah, kerusakan jalan dijadikan alasan pihak pembeli untuk menekan harga semaunya.

“Kira kira, kalau harga yang ditentukan pembeli tidak disetujui petani, mau tidak mau buah itu akhirnya dibiarkan membusuk, dan sudah banyak terjadi seperti itu sehingga petani sekarang enggan untuk memanen buahnya,” sebut Nurdin Tambunan.

Disamping itu, Nurdin Tambunan yang mengaku hanya memiliki luas kebun sawitnya empat hektar itu menyebutkan, pihak PTP Nusantara VI selama ini memang membeli harga buah cukup murah dibandingkan pihak swasta, tetapi pihak swasta terus menekan harga karena alasan jalan yang sulit dilalui kendaraan angkut.

Kondisi terakhir, pihak PTP Nusantara VI yang hanya memproduksi satu pabriknya, harga TBS sawit hanya ditetapkan Rp 1.400/kilonya, sementara hasil panen tinggi sekarang ini sehingga petani sulit untuk memasarkannya kalau menolak dihargai murah oleh pembeli lainnya.

Nurdin Tambunan berharap, Pemerintah Provinsi Jambi di era Gubernur Jambi Zumi Zola, segera melakukan penetaan regulasi harga TBS kelapa sawit, dan selanjutnya juga secepatnya membangun jalan yang mengalami kerusakan akses Sungai Bahar itu. (jul/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *