Pilpres 2019, Jokowi Menang Tipis Hanya di Sumbar dan Jambi

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, pasangan nomor Urut 1 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, diprediksi menang tipis hanya di Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi, sedangkan di daerah lain di Indonesia, pasangan ini mendulang suara hingga diatas rata – rata 58 persen sampai 60 persen.

Demikian diungkapkan pengamat politik Jambi Aris Sihaan kepada reporter brandanews.co.id, Rabu (5/12-2018) “Kalau di Sumbar dan Jambi, pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, kalau tidak menang tipis bisa kalah tipis dikisaran 48 persen lawan 52 persen pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto Sandiaga Uno,” terang Aris.

Angka persentasi yang disampaikannya itu, terang Aris Siahaan, hanya untuk Provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Tetapi, kalau di daerah lain, seperti di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur, angka kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin, diprtediksinya bisa me3ncapai diatas antara 58 persen hingga 60 persen lebih.

Sedangkan untuk daerah Indonesia Timur, seperti Selawesi, Papua dan beberapa daerah lainnya pasangan nomor urut 1 bisa mendulang suara kemenangan hingga dikisaran 63 persen. “Kalau di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan,  Lampung, Bangka Belitung, pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, bisa menoreh kemenangan yang tidak mencolok dibandingkan di Pulau Jawa.

Sedangkan khusus DKI Jakarta, kata Aris Siahaan, pasangan nomor urut 1 Jokowi – Ma’ruf Amin sampai sekarang masih terlihat tarik menarik dengan pasangan nomor urut 2 Prabowo – Sandi. “Khusus untuk daerah ini, kemangan tidak juga mencolok kalaupun terjadi kekalahan hanya dikisaran 3 persen,” ujarnya dalam presdiksinya itu.

Saat ditanya, menyinggung terus terjadinya serangan lawan politik terhadap Jokowi, dikatakan Aris Sihaan, sebenarnya serangan politik yang dianggap itu belumlah berarti dapat mengalahkan pasangan Jokowi, dan ini tentunya dikarenakan selama kepemimpinan Jokowi bersama wakilnya Jusuf Kalla di periode pertamanya sebagai Presiden dan Wakil Presiden, banyak bukti pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Tidak hanya itu, ujar Aris, persoalan pemberantasan korupsi selama era Jokowi, menunjukan trend yang kuat untuk menyelamatkan keuangan negara dari pelaku – pelaku korupsi. Dan ini, sebut  Ia, rakyat memahami sekaligus menganggap Jokowi tidak setengah hati untuk melakukan tindakan tegas dalam upaya menyelamatkan uang rakyat dari tindakan korupsi itu.

Sehingga, walaupun ada teriakan melawan kepemimpinan Jokowi untuk menggagalkan diperiode keduanya, tidaklah berarti karena sebagaian besar rakyat Indonesia masih membutuhkan Jokowi memimpin Indonesia lima tahun kedepan. (wyu/pon/sal)

Print Friendly, PDF & Email