Produksi PDAM Tirta Mayang Jambi Tidak Masalah

 – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Jambi, Erwin Jaya Zuchri mengatakan, produksi air hingga saat ini tidak ada masalah terlebih untuk melayani 75 ribu pelanggan yang ada.

Tidak ada masalah, kata Erwin kepada reporter brandanews.co.id, Kamis (7/6-2018) di kantornya. “Aman, tidak ada masalah soal produksi air bersih, terlebih untuk kebutuhan air terhadap 75 ribu pelanggan,” kata Erwin.

Menurut Erwin, PDAM Tirta Mayang saat ini sudah mampu memproduksi air 1.800 liter/detik, sehingga dengan hasil prodiksi air bersih itu seluruh pelanggan dapat tersuplai dengan baik. “Sampai saat ini, tidak ada masalah suplai air bersih kepada seluruh palanggan,” terangnya.

Selanjutnya, Dirut PDAM Tirta Mayag Jambi Erwin Jaya Zuchri mengungkapkan, tahun 2019 mendatang, produksi air PDAM ini bakal ditingkatkan menjadi 2.000 liter/detik, sementara PDAM sendiri sebelumnya sudah dapat menyimpan produksi airnya hingga 400 liter/detik.

“Dengan adanya penambahan produksi sebanyak 200 liter/detik, dengan total produksi seluruhnya mencapai 2.000 liter/detik, dipastikan produksi air PDAM Tirta Mayang Jambi aman sampai tahun 2025 – 2035,” ujarnya.

Sekarang, terang Erwin, karena pelanggan industri dan perhotelan berpotensi menyerap tetapi belum mendukung karena masih banyaknya hotel yang masih menggunakan sumur, pihak PDAM tidak dapat memaksakan itu hanya saja mengharapkan diterbitkan Perraturan Daerah (Perda).

“Sudah semestinya diterbitkan Perda untuk mengatur penggunaan air sumur. Tetapi yang jelas, seperti di daerah – daerah lain dengan menggunakan air sumur biayanya akan lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan air PDAM,” terangnya.

Sampai tahun 2019 mendatang, pelanggan PDAM Tirta Mayang Jambi dari 75 ribu pelanggan akan meningkat hingga 80 ribu. Artinya, dengan adanya peningkatan itu dipastikan akan tercapai 80 persen peningkatan pelanggan.

Dengan demikian, disebutkan Erwin, PDAM akan membayar PAD kepada Pemerintah Kota Jambi dengan peningkatan pelanggan hingga 80 persen tersebut. “Nanti, kalau sudah 80 persen, PDAM akan membayar PAD kepada Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya. (wan/wyu/sal)

Print Friendly, PDF & Email