Gapensi Jambi Akui Proses Tender di BWSS VI Cukup Profesional, Ini Kata Jumhadi: Mereka Sedang ‘Bersih-bersih’

H Jumhadi, SE, Wakil Ketua III BPD Gapensi Jambi. poto/noer faisal

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Wakil Ketua III BPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jambi, H Jumhadi SE mengungkapkan, proses tender yang dilaksanakan di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA), sejak tahun 2017 lalu, mulai dibenahi menunju proses tender yang professional.

Gapensi Jambi, kata Jumhadi kepada reporterbrandanews.co.id, Sabtu (10/3-2018), sudah melihat adanya perbaikan dalam pelaksanaan proses tender yang cukup signifikan, sehingga pola lama, seperti tender yang terkesan persekongkolan sudah mulai tidak ditemukan lagi di BWSS VI.

Perubahan yang dilakukan itu, diakui Jumhadi, tentu bukanlah persoalan yang mudah bagi pejabat di BWSS VI, termasuk bagi pihak Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Bidang Sumber Daya Air (SDA) ULP Jambi.

Tetapi perubahan itu harus dilakukan, dan kelihatannya hal itu sudah mulai berjalan, walaupun banyak perlawanan yang dilakukan pihak pengusaha yang selama ini memperoleh porsi pekerjaan, karena adanya persekongkolan seperti yang terjadi sebelumnya mesti dihadapi.

Kalau sekarang ini, dijelaskan Jumhadi, malah proses tender yang dilaksanakan di BWSS VI tidak saja seletif meneliti terkait administrasi peserta tender, tetapi juga pemenang tender dikaji secara hati – hati menyangkut tanggung jawabnya dalam melaksanakan tender proyek yang dimenangkan. “Tidak sedikit sekarang ini dijumpai perusahaan peserta tender yang digugurkan karena adanya penilaian secara professional, tidak saja mengkaji soal perselisihan harga, tetapi juga dinilai soal mampu tidaknya perusahaan itu untuk melaksnakan pekerjaan,” ujar Jumhadi.

Saat ditanya, terkait digugatnya BWSS VI ke PTUN Jambi oleh salah satu rekanannya belum lama ini, dalam pendapat pribadinya Jumhadi mengatakan, belum tentu gugatan itu dikarenakan salah prosedur tender, bisa saja dikarenakan pihak perusahaan merasa tidak puas atas keputusan pihak panitia tender.

Tetapi keyakinan saya, kata Jumhadi, keputusan hasil tender yang dilaksanakan di BWSS VI sekarang ini cukup hati – hati, dan ini bisa dilihat ada proses waktu yang panjang dilakukan BWSS VI dalam mengambil keputusan pemenang tender.

“Itu salah satu bukti, dan ini membuktikan kalau panitia tender sedang menerapkan delapan poin perintah Presiden Joko Widodo, supaya tidak terjadi pelanggaran hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, Jumhadi juga mengatakan, BWSS VI semakin sensitif terhadap program pembangunan yang mereka laksanakan, sehingga mulai tahun 2017 lalu, program pembangunan yang dilaksanakan harus betul – betul tepat guna, tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.

Pembangunan bronjong yang dilaksanakan BWSS VI sekarang Danau Sipin menjadi daerah tujuan wisata di Kota Jambi yang mulai ramai dikunjungi, sekaligus bertujuan mendorong perekonomian masyarakat.poto/noer faisal

Seperti contoh, pembangunan bronjong di kawasan Danau Sipin, lihat sekarang hasilnya, terang Jumhadi, sejak bergulirnya pembangunan di kawasan Danau Sipin itu, sekarang danau yang tadinya kumuh, jorok, sekarang menjadi daerah tujuan objek wisata air yang dapat mendorong laju perekonomian masyarakat Jambi.

Karena itulah, dikatakan Jumhadi, Ia selalu berharap agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggarannya ke daerah ini sebagai upaya mempercepat pembangunan yang dilaksanakan BWSS VI di Provinsi Jambi. (sal/pon/fri)

Print Friendly, PDF & Email