Puluhan Titik Longsor Hantam Akses Jalan Sungai Penuh – Tapan

Akses jalan yang menghubungkan Sungai Penuh - Batas Tapan terdapat puluhan titik longsor. Inilah poto kondisi di ruas jalan itu. poto/pono

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Sedikitnya terdapat puluhan titik longsor menghantam ruas jalan yang menghubungkan Kotamadya Sungai Penuh – Tapan, sepanjang 36, 200 Kilometer.

Akibat longsor itu dilaporkan, akses jalan yang menghubungkan Provinsi Jambi – Sumatera Barat (Sumbar), hingga berita ini dilaporkan cukup rawan dilalui pengendara tidak terkecuali truk bermuatan berat.

Tim reporter brandanews.co.id, Kamis (26/7-2018) didampingi belasan tenaga konsultan dari PT Daksina Pati meninjau ruas jalan yang mengalami titik longsor, termasuk di beberapa titik longsor yang sekarang sedang dilakukan perbaikan.

“Ada tiga titik longsor sedang dilakukan perbaikan, dan ini harus segara dilakukan penanganannya, mengingat ruas jalan yang menghubungkan Sungai Penuh – Batas Tapan, tidak saja dalam tingkat kecuraman yang tinggi tetapi ruas jalan itu berkelok dan terjal,” kata Parimpuna Nasution.

Tahun 2018, dikatakan Parimpuna Nasution, untuk mengatasi ketiga titik longsor, seperti di KM 17,150 kawasan Taman Nasional Kerinci Sbelat, serta di KM 212, 50 dan KM 34, sedang dilaksanakan pengerjaannya termasuk penanganan long segmen.

Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar, dan sekarang sesuai anggaran itu sedang dilaksanakan pembangunan untuk mengatasi longsor di ketiga titik.

“Inilah kondisi ketiga titik longsor, dan sekarang sedang dikerjakan yang diawasi pelaksanaannya oleh pihak Badan Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jambi, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV,” terangnya.

Selanjutnya, Parimpuna Nasution menjelaskan, akses jalan yang menghubungkan Sungai Penuh – Batas Tapan Sumatera Barat, merupakan ruas jalan strategis yang menghubungkan kedua daerah itu.

“Jalan ini harus tetap terjaga kondisinya, dan ini tentunya karena sebagai ruas jalan penghubungan yang sangat strategis, termasuk untuk mengangkut tidak saja bahan bokok tetapi bahan bakar minyak dari Sumatera Barat ke Sungai Penuh dan daerah lainnya di Provinsi Jambi,” terang Parimpuna Nasution.

Sementara itu, keterangan lain yang berhasil diperoleh, untuk mengatasi kerusakan ruas jalan yang menghubungkan Sungai Penuh – Batas Tapan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PU/PERA diharapkan lebih serius dengan tidak setengah hati.

“Ini jalan yang sangat penting, dan karena itu jika jalan ini terputus akan berdampak negatif terhadadap masyarakat, seperti bahan bakar minyak atau bahan kebutuhan lainnya pasti terganggu,” kata Nurdin (45) warga Sungai Penuh.

Dan karena itulah, kata Nurdin, karena kondisi jalan terus dihantam longosor terlebih disaat musim penghujan, diharapkan penanganan jalan ini harus terus ditingkatkan dan menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat. (sal/wyu/pon/fay)

Print Friendly, PDF & Email