Rekam Jejak Asiang dan Ahui, Kuasai Proyek Di Jambi Hingga Ratusan Miliar Tahun 2017

0
1997
Joe Fandy Yoesman (Asiang) pemilik PT Sumber Swarnanusa.
BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekal dua pengusaha jasa konstruksi sebagai saksi kasus suap pengesahaan RAPBD Jambi 2018, yakni Joe Fandy Yoesman (Asiang) yang merupakan pemilik PT Sumber Swarnanusa dan Ali Tonang (Ahui) pemilik PT Chalik Seleiman Bersaudara, sekarang nama kedua pengusaha itu menjadi pembicaraan hangat yang cukup menghebohkan di tengah masyarakat.
 
Seperti dilaporkan sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/12-2017) lalu, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang, dicekal untuk tidak berpergian keluar negeri berlaku selama enam bulan kedepan, terhitung mulai 8 Desember 2017, terkait sebagai saksi kasus suap pengesahan RAPBD Jambi yang terungkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Selasa (28/11-2017) dengan barang bukti Rp 4,7 miliar.
 
‘’ Kedua saksi dicegah keluar negeri untuk kepentingan penyidikan. Agar saat diperlukan untuk pemeriksaan yang bersangkutan sedang tidak berada di luar negeri,’’ katanya.
 
Menurut Febri, keduanya dicegah bepergian ke luar negeri untuk penyidikan tiga tersangka yang diduga sebagai pemberi suap dalam kasus ini, yaitu mantan Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, mantan Plt Kepala Dinas PU/PERA Arfan, dan mantan Asisten III Saipudin.
 
Untuk mengetahui seperti apa rekam jejak dua pengusaha yang memiliki pertalian saudara itu menguasai berbagai proyek infrastruktur yang dilaksanakan di Provinsi Jambi, khusus tahun 2017, berikut laporan reporterbrandanews.co.id.
 
PT Sumber Swarnanusa milik Asiang, mengerjakan pembangunan peningkatan jalan di Wilayah V Kabupaten Muarojambi – Kabupaten Batanghari, yakni akses jalan Simpang Penerokan – Sei Bahar, menelan anggaran yang dialokasikan APBD Jambi tahun 2017, sesuai nilai pagu sebesar Rp 32. 000. 000.000. Sedangkan PT Sumber Swarnanusa memenagkan tender proyek ini dengan perkiraan harga sendiri, yakni sebesar Rp 31. 999.792.000.
 
Selanjutnya, PT Sumber Swarnanusa kembali memenangkan tender proyek jalan Sei Duren – Sei Buluh yang juga dibiayai APBD Jambi tahun 2017, dengan nilai pagu sebesar Rp 10.000.000. Sedangkan PT Sumber Swarnanusa ditetapkan sebagai pemenang tender dengan perkiraan harga sendiri, yakni Rp 9.999.932.000.
 
Disamping itu, PT Sumber Swarnanusa tercatat memenangkan tender proyek peningkatan struktur Jalan Simpang Ds Pelempang – Ds Nyogan – Batas Kecamatan Ds Berkah Unit X (Lanjutan) yang dibiayai APBD Kabupaten Muarojambi, tahun 2017, sesuai harga penawaran Rp 19. 000.000.000, sedangkan harga terkoneksi disebutkan sebesar Rp 19. 000. 000.000.
 
Sedangkan di Kabupaten Batanghari, PT Sumber Suarnanusa juga memenangkan tender proyek peningkatan kapasitas dan struktur aspal ke perkerasan beton Jalan Ds Kilangan – Ds Tiang Tunggang yang dibiayai APBD Kabupaten Batanghari tahun 2017, dengan nilai anggaran Rp 24.842.895.000. PT Sumber Swarnanusa memenangkan tender proyek ini sesuai nilai penawaran terkoneksi, yakni sebesar Rp 23. 880. 000.000.
 
Ternyata, PT Sumber Swarnanusa tidak saja memenangkan tender proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Jambi, APBD Kabupaten Muarojambi dan APBD Kabupaten Batanghari, tahun 2017, tetapi perusahaan jasa konstruksi yang dibangun Asiang, terbukti juga menguasai sejumlah proyek yang dibiayai APBN tahun 2017.
 
PT Sumber Swarnanusa memenangkan tender proyek rekonstruksi Jalan Sp Zona Lima – Muara Sabak (B) yang berada dalam lingkup Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jambi. Proyek yang dibangun dengan sumber APBN tahun 2017 ini sesuai harga penawaran awal Rp 7. 620. 800.000, PT Sumber Swarnanusa dinyatakan sebagai pemenang tender berdasarkan harga terkoreksi sebesar Rp 7. 620.826.000.
 
Dan tidak hanya itu, paket proyek infastruktur lainnya yang dibiayai APBN tahun 2017 ini, PT Sumber Swarnanusa juga memenangkan tender proyek konstruksi Jalan Batangahri II – Zona Lima – Simpang Pelabi (A), dengan harga penawaran awal sebesar Rp 27. 000. 000. 000, sedangkan penawaran setelah koreksi sebesar Rp 27. 000. 000. 000.
 
Langkah PT Sumber Swarnanusa menguasai anggaran proyek di Provinsi Jambi yang dibangun Joe Fandy Yoesman (Asiang) juga diikuti Ali Tonang (Ahui), lewat bendera PT Chalik Seleiman Bersaudara, perusahaan ini juga memenangkan tender sejumlah proyek infrastruktur.
 
PT Chalik Suleiman Bersaudara memenangkan tender proyek peningkatan jalan di Wilayah V Kabupaten Batanghari – Kabupaten Muarojambi, atau juga disebut sebagai pekerjaan peningkatan struktur jalan Tempino – Muara Bulian yang juga dibiayai APBD Jambi tahun 2017, sesuai nilai pagu sebesar Rp 18. 459. 500. 000. Sedangkan PT Sumber Swarnanusa memenangkan tender proyek ini dengan perkiraan harga sendiri, yakni Rp 18. 459.243. 000.
 
Seterusnya, PT Chalik Suleiman Bersaudara memenangkan tender proyek infastruktur di Kabupaten Muarojambi, yakni pekerjaan peningkatan struktur Jalan Poros Ds. Trijaya (Unit VIII) sesuai harga penawaran sebesar Rp 4. 800.000.000, sedangkan harga terkoreksi Rp 4. 800.000.000.
 
Disamping itu, PT Chalik Suleiman Bersaudara juga memenangkan tender yang dibiayai APBD Muarojambi tahun 2017, terkait pekerjaan rehab pemeliharaan  Jalan Poros Desa Berkah Unit X – De–a Suka Makmur Unit I, dengan harga penawaran Rp 6.738.000.000 sedangkan harga terkoreksi Rp 6.738.000.000.
 
PT Chalik Suleiman Bersaudara, tahun 2017 memenangkan tender proyek infrastruktur di Kabupaten Batanghari, yakni proyek peningkatan Jalan Ds Selat – Ds Lubuk Ruso, dengan harga penawaran Rp 11. 501.188.000, sedangkan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp Rp 11.501. 188. 000.
 
Tahun 2017, PT Chalik Suleiman Bersaudara juga memenangkan dua paker proyek yang dibiayai APBN, seperti proyek rekonstruksi Jalan Batanghari II – Zona Lima (Sp pelabi), Kabupaten Tanjungjabung Timur, perusahaan ini memenangkan tender proyek dengan pagu fisik Rp 20. 172.340. 000, dengan harga penawaran setelah terkoreksi Rp 19. 280. 000. 000.
 
Selanjut PT Chalik Suleiman Bersaudara memenangkan tender proyek preservasi rekonstruksi Jalan Batanghari II – Zona Lima (Sp Pelabi) Muara Sabak, dengan nilai pagu Rp 19. 358.700.000, sedangkan harga penawaran setelah terkoreksi Rp 18.580. 000. 000.
 
Sekarang, kedua pemilik perusahaan itu Joe Fandy Yoeman (Asiang) dan Ali Tonang (Ahui) sudah dicekal KPK untuk dijadikan sebagai saksi penyidikan kasus suap pengesahaan RAPBD Jambi 2018, dan KPK juga telah menetapkan empat tersangka, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PU/PERA Jambi Arfan, Assisten III Setda Jambi Saipudin, dan Ketua Fraksi PAN di DPRD Jambi Supriono.
 
Akankah KPK juga  mengusut proses tender yang dimenangkan kedua perusahaan itu, tentu masih menjadi pertanyaan. (sal/fri/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *