Ruas Jalan Lintas Tengah Jambi Kondisi Mantap

Kepala BPJN Wilayah IV Ir Junaidi MT didampingi Kasatker PJN Wilayah II Endry Z Djamal ST, MT ketika memberikan penjelasan kepada reporter brandanews, terkait kondisi ruas Jalinteng Jambi. poto/pono.

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Sepanjang 287, 17 Kilometer ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Jambi, dari hasil pantauan tim reporter brandanews.co.id, dalam rangka menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2018, dilaporkan cukup siap dan aman untuk dilalui pemudik.

Pelebaran ruas jalan Kabupaten Tebo. Poto/pono

Ruas Jalinteng yang merupakan jalan nasional yang menghubungkan Jambi – Sumatera Barat, Jambi – Sumatera Selatan, dan kesejumlah daerah lainnya di Provinsi Jambi, hingga H-12 Idul Fitri terus dilakukan perbaikan di titik ruas jalan berlobang dan bergelombang.

Dan selanjutnya untuk diketahui, pengendara arus mudik diharapkan tetap mewaspadai sejumlah titik di ruas Jalinteng karena adanya pembangunan yang dilaksanakan pihak Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi Kepulauan Riau (Kepri), tahun 2018.

Beginilah mulus dan mantapnya kondisi ruas Jalinteng Jambi. poto/pono

Kepala BPJN Wilayah IV Ir Junaidi MT didampingi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jambi, Endry Z Djamal, ST, MT kepada brandanews.co.id, Minggu (3/6-2018) mengatakan, khusus untuk ruas Jalinteng yang menghubungkan Jambi – Sumatera Barat, dan Jambi – Sumatera Selatan, terdapat dibeberapa titik yang sedang dilaksanakan pembangunannya.

Seperti, dikatakan Junaidi, adanya perbaikan terhadap Jembatan Batang Jujuhan di Kabupaten Bungo. “Jembatan Jujuhan, sebelumnya mengalami kerusakan terhadap lantai jembatan yang bolong, serta adanya kerusakan dipangkal jembatan. Namun, khusus untuk Jembatan perbaikannya ditargetkan sudah harus rampung H -10 lebaran nanti,” terangnya.

Sedangkan di Kabupaten Bungo, tepatnya di titik ruas Jelinteng kawasan kota Muara Bungo, sedang ada pelaksanaan pembangunan duplikasi Jembatan Batang Bungo sepanjang 94 meter dengan lebar 7 meter.

“Pembangunan Jembatan Batang Bungo menelan anggaran Rp 27 miliar, dalam pelaksanaannya tidaklah menghambat arus kendaraan. Namun, tetap dibutuhkan kewaspadaan bagi pengendara,” kata Junaidi.

Selanjutnya, ruas Jalinteng yang menghubungkan Kabupaten Merangin, tepat dititik ruas jalan kawasan Kota Bangko, dan selanjutnya di ruas Jalinteng dititik kawasan Kota Sarolangun terdapat pengerjaan rekonstruksi jalan (pelebaran badan jalan) sepanjang 4,3 kilometer, tahun 2018.

“1,2 Kilometer rekonstruksi dilaksanakan di Bangko, Kabupaten Merangin, sedangkan sisanya dilaksanakan rekonstruksi di ruas Jalinteng kawasan Kota Sarolangun,” terang Junaidi, sembari mengingatkan pengendara arus mudik diharapkan berhati – hati.

Pengemudi diharapkan supaya meningkatkan kewaspadaan disaat berkemudi di ruas Jalinteng. Poto/pono.

Disamping itu, Junaidi mengungkapkan, kondisi ruas Jalinteng yang menghubungkan Bangko – Sarolangun, sepanjang 109 kilometer cukup mulus sehingga pengemudi harus ekstra hati – hati, sedangkan untuk ruas Jalinteng Bungo – Batas Sumbar masih terdapat di sejumlah titik yang berlobang dan bergelombang.

 “Untuk ruas Jalinteng yang menghubungkan Bungo – Bangko, di beberapa titik longsor yang terjadi sebelumnya sudah berhasil ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Jambi, Endry Z. Djamal, ST, MT mengatakan, untuk ruas jalan yang menghubungkan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari – Sarolangun, pihaknya sedang melaksanakan pembangunan dua unit jembatan, yakni Jembatan Seruap dan Jembatan Sei Terjun di Desa Rengkiling.

Supaya untuk diketahui para pengemudi, dikatakan Endry, ruas jalan yang menghubungkan Muara Tembesi – Sarolangun, sebagian sudah dalam kondisi mantap, dan sebagiannya dalam kondisi bergelombang dan berlobang, sehingga pengemudi harus tetap berhati – hati. “Utamakanlah keselamatan dari pada kecepatan,” ujarnya.

Untuk ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Tebo – Kabupaten Bungo – Batas Sumbar, sepanjang 142, 18 Kilometer, terdapat pembangunan rekonstruksi jalan dua jalur di Kota Muara Tebo sepanjang 1,2 kilometer, dari 12, 4 kilometer yang direncanakan. “Bagi pengemudi yang melintas di ruas jalan Muara Tebo, diharapkan juga harus berhati – hati,” kata Hendry Djamal, sembari mengingatkan adanya titik longsor di KM 195 Kabupaten Tebo.

Menurut Endry Z Djamal, dalam rangka menghadapi arus mudik lebaran di ruas Jalinteng, pihaknya sudah mendirikan Posko Jalur Lebaran, Posko Rawan Longsor, termasuk daftar piket personil.

 

Ruas Jalintim 

Terkait  ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang menghubungkan Jambi – Batas Riau, dan Jambi – Batas Sumatera Selatan (Sumsel), Kepala BPJN Wilayah IV Ir Junaidi MT didampingi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PNJ) Wilayah I Jambi, Andre Sahatua Sirait mengatakan, kerusakan di beberapa titik di ruas jalan tersebut sedang dilakukan perbaikan.

Memasuki H-10 Lebaran Idul Fitri tahun 2018, ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Jambi, sepanjang 214 kilometer, sudah dapat dinyatakan mantap untuk dilalui pemudik.

Kondiri ruas Jalinteng yang menghubungkan Bangko – Sarolangun, mulus karena pengerjaan penambalan (patching) lobang menggunakan alat Cold Milling Matchine (CMM). Poto/pono

Menurut Junaidi, kondisi sekarang untuk ruas Jalintim yang menghubungkan Jambi – Batas Riau sepanjang 169 kilometer, walaupun sudah dapat dinyatakan aman untuk dilalui arus mudik, tetapi masih ada perlu dilakukan perbaikan di beberapa titik, seperti adanya badan jalan yang mengalami penurunan di KM 75, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Papalek, dan longsor di KM 121 Desa Sungai Raya, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

“Sekarang ini kerusakan di dua titik tersebut sedang ditangani perbaikannya, dan khusus untuk titik longsor sudah diberikan rambu – rambu pengamanan, serta selanjutnya untuk diketahui longsor tersebut tidak sampai menyentuh bahu jalan,” ujarnya.

Kondisi serupa dikatakan Ia, mengenai ruas Jalintim yang menghubungkan Jambi – Batas Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 45 kilometer, sekarang sedang dilaksanakan perbaikannya.

“Tidak ada perbaikan berat di ruas Jalintim Jambi – Batas Sumsel, sehingga penanganannya bisa dipastikan sebelum H-10 Lebaran Idul Fitri sudah tuntas,” ujarnya. (wyu/wan/pon/sal)

 

Print Friendly, PDF & Email