SAH BICARA ERA DIGITAL DAN PERUBAHAN PARADIGMA PERPUSTAKAAN

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Kalangan Komisi X DPR RI menilai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan transfer pengetahuan menjadi semakin mudah. Hal ini membuat generasi muda mulai meninggalkan buku-buku fisik dan mulai beralih ke e-book yang bisa diakses di mana saja secara online. Hal ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi perpustakaan Sutan Adil Hendra (SAH) dalam diskusi terpumpun tentang era digital perpustakaan (5/7-2019) di Jakarta kemarin.

Menurutnya dalam era digital ini, fungsi perpustakaan sebagai penyedia layanan informasi dan pengetahuan pun berubah.

Sehingga menurut anggota DPR RI yang kembali terpilih untuk periode 2019 – 2024 itu, tantangan perpustakaan harus berubah paradigma menjadi berbasis teknologi dan lebih mengembangkan diri, agar sebagai sumber pembelajaran perpustakaan tetap menjadi tulang punggung bangsa dalam memperoleh pengetahuan dan memperdalam keilmuan.

Demi menunjang kebijakan ini Komisi X  mendukung pengembangan perpustakaan perguruan tinggi yang berkualitas. Karena menurutnya, pustaka salah satu pilar penting bagi penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi, imbuhnya.

Oleh karena itu, SAH menegaskan sudah seharusnya perguruan tinggi menaruh perhatian penting bagi pengelolaan dan pengembangan perpustakaan, baik dari segi ketersediaan buku, akses ke jurnal ilmiah internasional, penerapan teknologi, serta sumber daya manusia pustakawan yang handal.

“Paradigma yang berfikir pustaka adalah bagian terpisah dari dunia pendidikan sudah lama kita tinggalkan, hanya saja ke depan perubahan paradigma ini harus diikuti dengan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan instansi lainnya, agar budaya membaca, menulis menjadi keunggulan bangsa, dan ini membutuhkan peran pustaka yang bisa menjawab paradigma yang terus berubah,” pungkasnya.(wyu/san/dik)

Print Friendly, PDF & Email