SAH INGINKAN PENDIDIKAN TINGGI JADI LOKOMOTIF PERADABAN BANGSA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pendidikan merupakan salah satu jalan yang sangat efektif untuk mensejahterakan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan Tinggi Sutan Adil Hendra (SAH) ketika berbicara diskusi terpumpun pendidikan (15/9-2019)  di Jambi.

Dimana menurutnya dengan pendidikan diharapkan akan lahir teknologi dan inovasi baru yang akan membuat hidup lebih mudah dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Bahkan Dengan kalimat, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR itu mengatakan salah satu output dari pendidikan yang ingin tercapai adalah terciptanya berbagai teknologi yang dulunya tidak mungkin dikerjakan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Apa yang dulunya belum mampu diketahui atau diprediksi dengan adanya teknologi mudah untuk diketahui serta diprediksi.

Sehingga SAH mengatakan teknologi yang ada semakin hari semakin berkembang mulai dari Industri one point zero samapai sekarang menjadi four point zero dengan penguasaan big data, internet of thing sampai kepada printer tiga dimensi. Sehingga berbagai pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat.

Pada sisi yang lain pentolan komisi pendidikan ini menambahkan perkembangan teknologi membuat oriantasi serta perilaku dan budaya masyarakat berubah secara signifikan. Perubahan yang terjadi begitu cepat membuat masyarakat dalam bertindak diharuskan untuk berubah pula sebagaimana perubahan zaman yang terjadi. Bagi yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, maka dipastikan akan tertinggal dan tersisihkan dari pergerakan peradaban dunia.

Sehingga suka atau tidak, lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan perubahan secara bertahap dan pasti agar tidak dijauhkan oleh masyarakat. Kalangan muda sekarang yang diistilahkan sebagai kelompok milinial mempunyai kebiasaan yang berubah secara drastis. Perkembangan teknologi yang begitu cepat, perlu diimbangi dengan pelaksaan pendidikan tinggi khususnya yang dapat mengikuti perkembangan zaman, tegasnya dihadapan peserta diskusi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UNJA tersebut.

Karena dalam pandangan orang dekat Prabowo Subianto ini Perguruan Tinggi di Indonesia yang sangat variatif dan SDM yang umumnya sangat terbatas mengharuskan lembaga tersebut berkolaborasi antara perguruan tinggi yang berada di kota besar dengan perguruan tinggi yang berada di daerah terpencil. Dengan adanya kolaborasi diharapkan hambatan serta persoalan SDM yang terbatas dapat diminimalisir. Begitu juga terhadap dunia usaha serta pihak pemerintah.

“Sinergisitas suatu keharusan dalam mengoptimalkan output untuk kesejahteraan masyarakat, dan pada akhirnya lembaga pendidikan tinggi menjadi lokomotif dalam menapaki peradaban yang lebih mulia,” pungkasnya. (wyu/jul/dik)

Print Friendly, PDF & Email