SAH, KAITKAN FENOMENA POLITIK UANG DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER SUATU BANGSA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pimpinan Komisi X yang membidangi pendidikan DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menilai fenomena politik uang dalam Pemilu 2019 erat kaitannya dengan tuntutan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional.

“Fenomena politik uang dalam pemilu sebenarnya berakar dari masalah karakter masyarakat, jika kita semua masih mentoleransi uang sebagai instrumen untuk mempengaruhi pemilih, berarti ada masalah dalam karakter masyarakat kita,” ungkapnya.

Menurutnya politik uang bukanlah budaya yang lahir dari tradisi timur, justru fenomena ini menjadi indikasi demokrasi yang belum dewasa, dimana politik uang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menang melalui jalan pintas dan ironinya masyarakat menikmati ini, padahal ini titik lemah demokrasi kita, ungkapnya.

Sehingga menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini diperlukan peran dunia pendidikan yang ditunjang lingkungan tinggal masing-masing untuk melawan tindakan politik uang, baik untuk masyarakat maupun para calon legislatifnya.

Pada dunia pendidikan SAH ingin penguatan pendidikan karakter, yang dilakukan dalam bentuk pembelajaran nilai dan proses, jangan kita mau jalan pintas yang membuat sistem tata nilai kehidupan politik kita mentoleransi politik uang.

SAH sendiri selaku Ketua DPD Partai Gerindra mengaku selalu menanamkan nilai-nilai moral serta upaya pencegahan perilaku yang tidak sesuai etika, kepada kader dan calon legislatif Gerindra untuk melawan money politik.

“Gerindra tidak mentoleransi money politik, jika ada kader yang terbukti melakukan money politik kita diskualifikasi, buktikan ini nanti, siapa kader Gerindra yang melakukan politik uang akan di diskualifikasi langsung oleh Bapak Prabowo Subianto selaku ketua umum,” ungkapnya.

Dimana ini semua untuk memberi pembelajaran bahwa dalam berpolitik harus menghargai proses yang diraih dengan pengabdian, peduli dengan lingkungan sekitar dan tertanam sikap peduli sosial yang sangat erat kaitannya dengan menjaga moralitas diantara sesama. Inikah yang menjadi nilai politik yang diperjuangkan Gerakan Indonesia Raya, Tidak Mentoleransi Politik Uang.” (wyu/dik/san)

Print Friendly, PDF & Email