SAH : KAMI DI GERINDRA SAMI’NA WA ATHO’NA TERHADAP PEMIMPIN

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Ketua DPD Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan kader Partai Gerindra selalu mengedepankan sikap “Sami’na Wa Atho’na” kami mendengar dan kami taat terhadap pemimpin.

Dalam hal ini sikap Sami’na Wa atho’ na diimplementasikan pada kepatuhan terhadap keputusan Partai Gerindra. Taat dan patuh pada keputusan Bapak H. Prabowo Subianto selaku ketua umum partai.

Kata kami mendengar dan kami taat sekarang menjadi relevan dengan dinamika politik hari ini, dimana Koferensi Nasional (Konfernas) Gerindra telah memberikan mandat kepada ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mengambil langkah politik pasca pilpres 2019, untuk oposisi atau bergabung dengan pemerintah.

Dimana hasilnya diketahui Gerindra memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ ruf Amin.

Menanggapi keputusan Prabowo Subianto ini SAH mengaku akan patuh dan taat pada keputusan tersebut. Karena kalimat Sami’na Wa Atho’na merupakan nasihat, keputusan Pak Prabowo untuk mendukung pemimpin yang sah setelah didaulat dan disumpah untuk memimpin sebuah organisasi atau bahkan sebuah negara wajib kita ikuti.

“Saya selaku kader mendukung dan mentaati keputusan untuk bergabung dengan pemerintahan, ini demi kebaikan bangsa dan negara,” ungkapnya di Jambi (23/10-2019) kemarin.

Karena SAH berkeyakinan kemajuan sebuah negara itu tidak lain karena rakyat yang saling bahu-membahu mendukung dan membantu jalannya sebuah roda kepemerintahan, tentunya dengan menyerahkan tonggak kepemimpinannya kepada pemimpin yang sah sebagai pengatur tunggal, pastinya juga dengan pembantu-pembantunya di parlemen.

Apalagi menurut Anggota DPR RI ini dalam Islam kalimat “Sami’na Wa Atho’na” ini tercantum dalam QS. Al-Baqarah [2] : 285, dalam ayat tersebut menggambarkan orang-orang beriman yang bersama Rasulullah, dimana mereka telah beriman kepada Allah, Para Malaikat, Kitab-kitab-Nya dan kepada Para Rasul-Nya.

Sehingga kalimat Sami’na Wa Atho’na ini juga dikorelasikan kepada pemimpin yang absah karena telah mengucapkan sumpah untuk mengemban amanah di bawah ayat-ayat suci-Nya. Tentang taat kepada pemimpin juga sebagaimana yang tercantum dalam QS. An-Nisa’ : 59 “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan para Rasul (Nya) dan Ulil Amri di antara kamu.”

Dengan pemahaman ini SAH mengatakan sudah menjadi kewajiban Kader Gerindra taat kepada pemimpin yang sah sebagai utusan Allah untuk mengatur sebuah negara, tandasnya.(wyu/tek/wan)

Print Friendly, PDF & Email