SAH : KENAIKAN HARGA TIKET PESAWAT AKAN MENGERUS INDUSTRI PARIWISATA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Komisi X DPR RI menilai sektor pariwisata mulai merasakan imbas kenaikan harga tiket pesawat untuk rute domestik. Indikasi ini terlihat dalam satu semester 2019 ini dimana terjadi penurunan kunjungan pariwisata domestik sebesar 30 sampai 45 persen di berbagai destinasi wisata unggulan tanah air.

Pernyataan ini disuarakan Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata Sutan Adil Hendra (SAH) di Senayan (11/6-2019) kemarin.

Menurutnya trend pergeseran gerak wisatawan nusantara (wisnus) dengan memanfaatkan rute luar negeri sebagai transit sebelum masuk ke Indonesia dikhawatirkan mematikan kota-kota transit pariwisata.

Bahkan menurut Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi ini destinasi wisata sekelas Nusa Tenggara Barat (NTB) saja langsung merasakan dampak tingginya harga tiket pesawat apalagi destinasi lain, ungkapnya.

“Tingginya harga tiket pesawat tentu akan memukul pariwisata, tak hanya di tempat wisata unggulan, tapi juga seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pendapat SAH ini senada dengan pernyataan dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asita) menyatakan, Batam mulai ditinggalkan sebagai kota transit. Sebab, wisatawan nusantara (wisnus) memilih langsung berlibur ke Singapura tanpa singgah di kota itu.

“Sekarang wisatawan langsung ke sana. Bertemu kami di Singapura, sudah tidak lewat Batam lagi, ini baru satu wilayah sebagai contoh, daerah lain mengalami masalah yang sama,” imbuhnya.

Banyaknya wisnus yang langsung ke Singapura tanpa singgah di Batam itu merupakan imbas harga tiket pesawat internasional yang relatif lebih murah ketimbang penerbangan domestik.

Sehingga SAH mengatakan situasi ini perlu dicarikan solusinya, jangan sampai pariwisata nasional mati suri karena kenaikan harga tiket pesawat domestik ini, tandasnya.(wahyuputra/jul/san)

Print Friendly, PDF & Email