SAH : KENAIKAN HARGA TIKET PESAWAT MEMBUAT TARGET KUNJUNGAN WISATAWAN TERGANGGU

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Tingginya harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir ini tidak hanya membuat industri pariwisata di Tanah Air seakan ketar-ketir, tetapi dikhawatirkan akan membuat target kunjungan wisatawan akan terganggu. Penilaian ini disuarakan oleh kalangan DPR RI khususnya komisi X yang membidangi pariwisata.

“Sektor pariwisata jelas sangat tergantung pada mobilitas udara alias pesawat terbang, dimana hampir 80 persen di antaranya melalui jalur transportasi udara,” ungkap Sutan Adil Hendra (SAH) Pimpinan Komisi X DPR RI di Jakarta (13/6-2019) kemarin.

Bahkan menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini kenaikan harga tiket pesawat dikhawatirkan akan mengganggu target mobilisasi, termasuk menjaring lebih banyak lagi wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air dan pergerakan mereka di berbagai wilayah di Indonesia, dimana tahun ditargetkan bisa menjaring 20 juta wisman sampai tutup tahun, ungkapnya.

Hal ini menurutnya karena pergerakan wisatawan di Indonesia memang tergantung kuat kepada transportasi jalur udara. Oleh karena itu, kenaikan harga tiket pesawat udara akan memukul langsung pencapaian target tinggi kunjungan wisatawan tersebut.

Selain itu menurut SAH kalangan DPR juga keberatan dengan kenaikan harga tiket termasuk tarif bagasi dalam penerbangan domestik yang jelas akan mengganggu kinerja dan mobilitas turis di lingkup domestik. Karena berakibat industri pariwisata terancam lesu dengan fenomena kenaikan bagasi pesawat tersebut.

Ke depan SAH mengatakan berbagai pihak dapat mendengarkan masukan dari berbagai kalangan masyarakat yang mengharapkan adanya penurunan biaya tiket pesawat.

Karena dunia pariwisata dan penerbangan merupakan dua sektor yang saling terkait dengan erat satu sama lain.

Kebersatuannya sulit untuk dipisahkan lantaran simbiosis mutualisme terjalin kuat sehingga satu sama lain sudah hampir pasti saling memengaruhi.

“Pariwisata badan dunia penerbangan itukan simbiosis mutualisme yang saling sinergi di antara berbagai pemangku kepentingan, agar bisa menyediakan lebih banyak akses jalur udara bagi berbagai destinasi potensial di Tanah Air. kuncinya regulasi dan pembenahan sistem pasar penerbangan domestik yang tidak boleh ada oligopoli, pasar dikuasai dua atau tiga pemain besar yang menentukan harga sesuai keinginan mereka, ini yang harus kita lawan bersama,” pungkasnya.(wyu/san/dik)

Print Friendly, PDF & Email