SAH MINTA KEMENDIKBUD KAJI POLA KEMITRAAN SEBAGAI SOLUSI PEMERATAAN MUTU PENDIDIKAN

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Rapat Kerja (RAKER) Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (4/9) kemarin, menjadi penegasan sikap salah seorang Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam mewujudkan pemerataan pendidikan.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini upaya peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan adalah melaksanakan program kemitraan GTK. Artinya, guru mitra dari daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T) diundang ke sekolah inti untuk berkolaborasi dengan guru inti.

Dimana menurut Legislator asal Jambi tersebut diistilahkan sebagai On the Job Learning 1 (OJL 1) yaitu proses peserta mitra belajar di lingkungan sekolah inti dan Direktorat Jenderal GTK melakukan supervisi.

Dalam proses ini SAH menambahkan para guru dari sekolah mitra ini akan belajar selama sepekan dengan menyaksikan dan terlibat di setiap sekolah inti agar praktik baik itu dapat mereka sebar luaskan kepada guru-guru lain di wilayahnya.

Sehingga bisa dikatakan secara teknis, program kemitraan adalah mewujudkan program penguatan pendidikan karakter (PPK), pembelajaran abad 21, dan gerakan literasi sekolah secara terpadu melalui peran guru di kelas pada tingkat satuan pendidikan melalui penguatan komunitas belajar profesional GTK di wilayahnya masing-masing.

“Program kemitraan tahun ini memiliki keunikan, yakni mengintegrasikan guru dan kepala sekolah dalam program yang sama sehingga ada kesinambungan substansi yang digarap oleh keduanya. Keterpaduan program ini meliputi desain dan langkah program, lokasi dan sasaran program, serta substansi program.”

Melalui program kemitraan, guru inti dapat saling berbagi pengalaman, menginspirasi, dan mengembangkan kerja sama dalam upaya peningkatan dan pemerataan kemampuan guru mitra yang berasal dari daerah 3T. Dengan ini, mereka dapat menghidupkan komunitas belajar profesional dengan fokus penguatan kualitas layanan pembelajaran.

“Dengan kemitraan ini diharapkan terjadi kesejajaran, tidak ada lagi tertinggal. Semua sama-sama maju, maju bersama membangun bangsa dengan peserta didik yang secara utuh telah mendapatkan pemerataan mutu pendidikan,” tukasnya.

SAH pun berkeyakinan program kemitraan pun menjadi cara yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas guru di seluruh Indonesia. Harapan akhirnya adalah kualitas guru di seluruh Indonesia ini merata,” tambahnya.(wahyuputra/jul/wal)

Print Friendly, PDF & Email