SAH MINTA PEMERINTAH FOKUS PERBAIKI KOMPETENSI DOSEN

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Komisi X DPR RI meminta pemerintah untuk mengambil langkah dalam memperbaiki kompetensi yang dimiliki dosen serta sistem praktek kerja lapangan yang berfungsi sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa dalam dunia kerja.

Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam menanggapi ketimpangan kompetensi dosen pendidikan vokasi di berbagai politeknik yang ada di Indonesia.

“Kompetensi dosen pendidikan vokasi kita perlu ditingkatkan, agar bisa mentransfer ilmu pengetahuan dan pengembangan diri mahasiswa,” ungkapnya.

Menurutnya “selama ini ada hal yang bisa dikritisi dari UU Nomor 14 Tahun  2005 dosen harus S2, minimal. Sementara orang expert di industri mungkin hanya S1,” ujar Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR tersebut.

Selanjutnya menambahkan, terkadang dosen yang memiliki sertifikat akademis belum tentu memiliki sertifikat kompetensi, sedangkan dunia industri membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman bukan hanya dari bidang akademis saja.

“Ke depan lebih baik jika tenaga pengajar dalam sebuah politeknik dipegang oleh 50 persen akademisi dan 50 persen expert di bidang industri,” harapnya.

Untuk mewujudkan ini pemerintah tengah berupaya melakukan pembenahan kepada dosen yang tidak memiliki sertifikat kompetensi, melalui pelatihan dan pengajaran dari tenaga ahli. Hal ini dianggap menjadi masalah, karena dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan mahasiswa vokasi, dan ini menjadi tantangan bagi kita, tandasnya.(wyu/sul/dik)

Print Friendly, PDF & Email