SAH MINTA PEMERINTAH PUNYA TARGET WAKTU UNTUK PERBAIKAN SEKOLAH RUSAK

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Totalitas serta kepedulian Sutan Adil Hendra (SAH) terhadap dunia pendidikan terus ia suarakan, hampir setiap dimensi pendidikan menjadi perhatian Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut, dari masalah mutu perguruan tinggi, akreditasi, beasiswa, termasuk dari perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Seperti saat berbicara di Jakarta (16/7-2019), SAH meminta pemerintah memiliki target waktu dan anggaran dalam memperbaiki sekolah rusak di tanah air.

“Saya ingin pemerintah memiliki target waktu serta anggaran dalam memperbaiki sekolah – sekolah di tanah air yang rusak,” ungkapnya.

Menurutnya setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan Kemendikbud untuk memperbaiki semua sekolah rusak di tanah air, pertama adanya target waktu, kedua, di dukung anggaran dan ketiga ada regulasi yang memaksa pemerintah daerah untuk melakukan hal yang sama untuk memperbaiki sekolah yang rusak tersebut.

“Regulasi diperlukan untuk memaksa pemerintah daerah melakukan perbaikan sekolah harus dilakukan secara “keroyokan” atau lintas kementerian dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sehingga pemerintah harus berani mentotal berapa sekolah dalam kondisi baik, berapa sekolah yang bangunannya rusak baik itu rusak total, sedang dan ringan,” ujarnya dihadapan awak media di Senayan kemarin.

Dalam perbaikan ini SAH juga mengingatkan sekolah-sekolah itu nantinya harus memenuhi standar pelayanan minimum dan ada juga yang belum memenuhi standar pelayanan minimum.

Karena menurut penilaiannya tanpa realokasi dana yang ada fokus pada revitalisasi dan rehabilitasi sekolah yang mengalami masalah tersebut, agak susah kita mengejar perbaikan secara cepat, karena jumlah yang diperbaiki kalah dengan jumlah bangunan yang rusak di tiap tahunnya, imbuhnya.

“Sehingga kecenderungan sekarang ini kita hanya fokus pada sekolah rusak fatal, dan rusak ringan atau sedang masih di tunda, akibatnya beberapa tahun ke depan yang rusak ringan dan sedang ini telah berubah jadi rusak bertambah, jadi nggak terkejar jika nggak keroyokan,”  jelas dia

“Saya mendapat informasi bahwa ada 1,8 juta ruang kelas, hanya 500.000 ruangan dalam kondisi yang baik, selain itu, dari 212.000 sekolah, ada 100.000 sekolah yang belum memiliki anggaran untuk perawatan pendidikan.”

Padahal, dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan dalam APBN terus meningkat, sebab itu saya minta dilakukan perombakan besar-besaran untuk peningkatan kualitas pendidikan, tandasnya.(wyu/jul/sun)

Print Friendly, PDF & Email