SAH MINTA SELAIN GURU HONORER, PEMERINTAH JUGA PERHATIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BRANDANEWS.CO.ID/Newsjambi – Fraksi Partai Gerindra meminta pemerintah selain memperhatikan para guru honorer, juga dapat memperhatikan tenaga kependidikan. Pernyataan ini disampaikan Sutan Adil Hendra (SAH) di Jakarta (15/10-2019) kemarin.

Menurut Legislator yang lama berkiprah di Komisi Pendidikan DPR RI itu rencana Mendikbud Muhadjir Effendy untuk meningkatkan gaji guru honorer tahun depan, berpotensi menuai protes dari tenaga kependidikan. Mereka merasa kebijakan tersebut tidak adil karena hanya fokus kepada guru.

“Saya berharap Pak Menteri dalam memberikan kebijakan jangan hanya kepada guru honorer, tetapi honorer secara keseluruhan. Ada tenaga kependidikan baik tenaga teknis dan administrasi di sekolah,” ungkap SAH dalam diskusi dengan para tenaga kependidikan di ruang kerjanya di Senayan.

Karena SAH khawatir, kebijakan tersebut akan diterjemahkan secara parsial oleh kepala daerah. Pemda hanya akan memerhatikan guru dengan alasan ikuti instruksi pusat. Sedangkan tenaga kependidikan dicuekin.

“Sehingga dalam hal ini kita meminta pemerintah melihat honorer K2 secara utuh. Tenaga kependidikan juga punya tanggung jawab sama di sekolah,” ucapnya.

Pernyataan SAH ini sejalan dengan keluhan para tenaga kependidikan, seperti salah satunya yang diutarakan Mariyah di Jakarta. Tenaga honorer kependidikan di Jambi ini merasa kecewa karena selalu yang diperhatikan pemerintah hanya guru. Tenaga kependidikan tidak dipedulikan dan dibiarkan.

“Kalau tidak ada tenaga kependidikan seperti tenaga administrasi, operator, penjaga sekolah ya berantakan semua. Yang urus administrasi siswa, guru dan admistrasi umum lainnya kan tenaga kependidikan. Kalau enggak ada tenaga kependidikan ya enggak bakalan berjalan, jadi mohon kami juga diperhatikan,” tandasnya.(wyu/wal/dik)

 

Print Friendly, PDF & Email