SAH NILAI PROGRAM INFRASTRUKTUR BELUM MENDUKUNG PERINGKAT DAYA SAING PARIWISATA INDONESIA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Infrastruktur jasa wisata Indonesia tahun 2019 menempati peringkat ke 98 dari 140 negara. Skornya yaitu 3,1 dari skala 7. Peringkat ini dinilai Fraksi Partai Gerindra DPR RI belum sejalan dengan usaha pemerintah yang ambisius dalam membangun infrastruktur. Ternyata, segala daya upaya Indonesia masih belum mampu membawa pariwisata Indonesia melesat lebih tinggi.

Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) yang menilai daya saing pariwisata Indonesia belum sejalan dengan dana infrastruktur yang dikucurkan dari berbagai sumber pendanaan.

“Kita dari Gerindra cukup menyayangkan ambisi pemerintah yang begitu besar untuk membangun infrastruktur belum bisa meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di peta wisata dunia,” ungkapnya di Jakarta (28/9).

Padahal menurutnya pemerintah Indonesia selama ini nampak begitu ambisius dalam membangun infrastruktur. Ternyata, segala daya upaya Indonesia masih belum mampu membawa pariwisata Indonesia melesat lebih tinggi. Nampaknya, ini yang harus jadi catatan bersama.

Data ini dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) baru saja merilis Laporan Forum Ekonomi Dunia tentang Indeks Daya Saing Pariwisata 2019. Dalam laporan tersebut, tertulis daya saing pariwisata Indonesia pada 2019 berada di peringkat ke 40 dari 140 negara dengan skor 4,3 dari skala 7. Angka ini menunjukkan bawah peringkat Indonesia naik dari ranking 42 pada 2017 menjadi ke 40 pada tahun ini.

Indeks daya saing ini terdiri dari empat sub index, yakni Enabling Environment (iklim yang mendukung), Travel and Tourism Policy and Enabling Condition (kebijakan dan kondisi yang mendukung pariwisata), Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam dan Budaya. Empat sub-index ini kemudian memiliki 14 pilar lain dengan 90 indikator. Masing-masing pilar tersebut memiliki angka dan ukuran sendiri.

Padahal laporan Indeks Daya Saing Pariwisata 2019 ini punya lima temuan penting. Pertama, soal transportasi udara. Perbaikan infrastruktur transportasi udara menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada penambahan rute dan jumlah maskapai di masing-masing negara.

Sehingga SAH mengatakan pemerintah harus lebih jeli dalam melakukan kajian proyek – proyek infrastruktur, karena dari data yang ada dana besar yang kita kucurkan tidak berdampak signifikan pada daya saing pariwisata, tandasnya.(wyu/wal/dik)

Print Friendly, PDF & Email