SAH SAMBUT BAIK PELIBURAN SEKOLAH AKIBAT KABUT ASAP

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan Sutan Adil Hendra (SAH) menyambut baik kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jambi untuk meliburkan aktivitas belajar di Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar saat kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda sebagian wilayah kabupaten kota di Provinsi Jambi, dimana menurutnya kabut asap bisa mengganggu kesehatan anak.

“Selaku orang tua menyambut baik adanya libur sekolah anak. Kami khawatir, terutama saat mengantar sekolah, dan di sekolah anak bisa bermain di luar gedung. Padahal saat ini kabut asap mulai pekat. Kami khawatir nanti bisa kena ISPA atau lainnya karena asap,” ungkapnya di Jakarta (18/8-2019) kemarin.

Bahkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu mengatakan bahwa kabut asap yang meliputi kota sudah mulai mengganggu aktivitas warga.

“Udara sudah bau asap. Kadang bisa sesak dan kepala pusing. Kami berharap kabut asap bisa segera usai dengan adanya hujan atau pembakaran hutan atau lahan tidak ada lagi,” katanya.

Sehingga SAH mengaku lega dengan pemerintah Kota Jambi untuk meliburkan kegiatan sekolah karena khawatir anaknya bisa sakit akibat paparan asap selama belajar di sekolah.

“Kalau kondisi seperti ini, anak-anak memang sudah saatnya libur. Kita tahu anak-anak rentan dengan penyakit ISPA, radang tenggorokan, dan lainnya. Apalagi anak ketika di sekolah bisa saja bermain di luar atau paling tidak saat keluar rumah mengantar dia sekolah bisa menghirup udara bercampur asap. Apalagi pagi-pagi asap lebih tebal, maka saya minta pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk memakai masker jika keluar rumah, ini jangan sampai kita mengalami penyakit endemik, karena kabut asap,” katanya.

Sebelumnya diputuskan Walikota Jambi H. Syarif Fasha melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jambi memutuskan memberikan dispensasi murid Taman Kanak-Kanak (TK), PAUD dan Sekolah Dasar (SD) diliburkan dari dengan pertimbangan kualitas udara yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada siswa. Kebijakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di tingkat TK dan SD.

“Sementara untuk tingkat SMP dan sekolah sederajat dilakukan pengurangan jam belajar,” katanya.

Dalam kaitan ini SAH menambahkan bahwa jam belajar murid SMP dan sekolah derajat diundur ke pukul 09.00 WIB. Tujuannya untuk menghindari dampak kabut asap pada pagi hari sedang jam pulangnya tidak berubah.

“Saya mengapresiasi keputusan ini demi kebaikan kesehatan anak didik kita, bahkan untuk skala lebih luas keputusan ini perlu di dukung oleh pemerintah provinsi, karena dampak kabut asap sudah menjadi masalah regional Provinsi Jambi,” pungkasnya.(wyu/dik/wal)

Print Friendly, PDF & Email