SAH UNGKAP TANTANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan besar. Malnutrisi dan peningkatan tren penyakit tidak menular patut menjadi perhatian serius. Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) kemarin ketika menghadiri Rapat Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan.

“Pembangunan kesehatan banyak tantangan, terutama kondisi malnutrisi dan penyakit tak menular menjadi perhatian, dalam konteks jaminan kesehatan, masalah BPJS juga harus bisa terselesaikan, jangan membebani rakyat,” ungkapnya.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini pembangunan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia harus diwujudkan dalam Program Indonesia Sehat dengan salah satu komponennya yakni revolusi mental agar masyarakat memiliki paradigma hidup sehat.

Dalam hal ini SAH mengatakan persoalan kesehatan, kalangan DPR menilai terutama disebabkan gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, sanitasi yang buruk, dan asupan gizi yang tidak seimbang. Semua faktor tersebut harus menjadi perhatian dan diselesaikan secara komprehensif.

Hal tersebut menurutnya sejalan dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat masyarakat Indonesia yang menerapkan gaya hidup tidak aktif naik dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen.

Sementara itu, persoalan gizi buruk akibat malnutrisi mulai mengalami perbaikan. Proporsi status stunting (kerdil) turun dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen. Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang berkurang dari 19,6 persen menjadi 17,7 persen.

“Masyarakat perlu sadar betapa pentingnya memerhatikan gaya hidup dan kandungan nutrisi seimbang di setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh. Untuk memenuhi gizi masyarakat, susu dan produk olahannya menjadi salah satu sumber gizi yang memiliki peranan penting,” bebernya.

Dia mengimbau masyarakat sebagai konsumen lebih cerdas serta tanggap terhadap literasi nutrisi yang terkandung pada setiap makanan yang dikonsumsi, salah satunya dengan membaca label dan mencari informasi yang benar dari ahlinya, pungkasnya.(wyu/san/wal)

Print Friendly, PDF & Email