SAH : WISUDA BUKAN AKHIR, NAMUN AWAL DARI TANTANGAN HIDUP SEBENARNYA

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) memberi sedikit motivasi kepada wisudawan dan wisudawati Universitas Jambi di Mendalo (3/8 – 2019) kemarin.

Menurut Legislator yang dikenal denga  program beasiswanya itu menjadi seorang wisudawan bukanlah sebatas pada euforia kegembiraan saja. Namun, merupakan gerbang awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Apalagi, di Indonesia tantangan yang harus juga dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Hal itulah yang disampaikan SAH, dalam sambutannya Wisuda Universitas Jambi ke 87 program Doktor, Magister, Sarjana, Diploma di Balairung Pinang Masak Mendalo Jambi.

Lebih lanjut SAH menuturkan, jika dilihat dari sisi usia dan latar belakang pendidikan, maka seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan.

“Sayangnya, sungguh ironis, dari 6,5% pengangguran terbuka di Indonesia, dua juta diantaranya adalah para sarjana,” ungkap alumni Universitas Jambi ini

Melihat dari jumlah penduduk yang besar di Indonesia dapat melahirkan potensi yang besar pula. SAH menekankan perlunya kreativitas yang tinggi untuk mengubah masalah demografi tersebut menjadi masalah potensi. Salah satu aspek yang mampu menjawab hal tersebut adalah dengan menjadi seorang wirausahawan.

“Ciri-ciri kewirausahaan, yang paling tidak terdiri dari inovatif, kreatif, kemampuan manajerial, kemampuan mengakumulasikan berbagai potensi, keberanian mengambil risiko, ulet dan jujur harus tertanam di dalam diri kita semua,” ungkapnya.

Sehingga SAH menekankan, kejujuran pun harus menjadi ciri seorang lulusan Unja, Salah satu masalah besar di negeri ini adalah krisis ketidakjujuran. Maraknya tindak korupsi di Indonesia, apabila diperhatikan secara seksama rata-rata memiliki background pendidikan tinggi.

“Melalui pendidikan kewarganegaraan, pendidikan agama dan aktivitas keilmiahan terutama di dalam melakukan penelitian, perguruan tinggi pada hakikatnya telah mengajarkan aspek kejujuran ini. Tidak ada keilmiahan tanpa kejujuran,” tegasnya.

Dalam konteks ini SAH berharap, dua aspek di atas harus dimiliki oleh lulusan Unja. Lulusan kampus pinang masak pun diharapkan dapat menjadi pelopor dalam penegakan hukum. Karena itu kami menitipkan nama baik almamater. Para alumni adalah duta bagi almamaternya,” pungkasnya.(wyu/jul/dik)

Print Friendly, PDF & Email