SEKDA BATANGHARI BERSERTA JAJARAN PEMERINTAH KABUPATEN BATANGHARI TERIMA AKSI DAMAI DEMONSTRAN PERSATUAN MAHASISWA BATANGHARI

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Aksi  demonstran himpunan mahasiswa batanghari, kamis (26/09/2019) terjadi di depan kantor Bupati Batanghari, beberapa tuntutan demonstran kepada Pemerintah Batanghari di antaranya ;

  1. Tranfaransi anggaran upaya terhadap pencegahan dan penanggulan kebakaran lahan dan hutan oleh Pemkab Batanghari.
  2. Menuntut transfaransi dana CSR (Comporent Sosial Refansibility) Kabupaten Batanghari.
  3. Menuntut Pemda bertindak tegas kepada pelaku pembakaran lahan.
  4. memberikan solisikongrit mengenai kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Batanghari.
  5. Klarifikasi Pemda mengenai titik api yang ada di Batanghari.
  6. Meminta Pemerintah transfaransi terkait program SDM.
  7. Menuntut agar Pemda menyediakan tempat audensi antara Pemda dan Mahasiswa.
  8. Apresiasi dan terima kasih kepada Polres Batanghari terhadap penegakan hukum menangkap pelaku pembakaran dan perusakan lahan oleh kelompok nadeak cs (22 orang dan 18 orang yang sudah terbukti).

Setelah terjadi orasi sekitar 1 jam semua himpunan mahasiswa di beri izin untuk masuk kedalam ruangan kantor bupati untuk menemui Sekda Kabupaten Batanghari berserta semua jajaran pemerintah.

Ada pun tanggapan Sekda Batanghari bachtiar menjelaskan beliau mewakili bupati batanghari. Bupati tidak bisa hadir dikarenakan sedang berada di bali urusan kerja mengenai pembagian aset-aset oleh Pemerintah pusat kepada kepemerintahan daerah. Dalam penjelasannya sekda mengatakan mengenai karhutla yang ada di Kabupaten batanghari sudah tahap siap siaga, dikarenakan setiap tahun di kabupaten batanghari terjadi kebakaran.

“Kita sudah ada pembentukan yang melibatkan BMKG yang di bantu oleh TNI, POLR , MANGGALA AGNA dan masyarakat” ujar Sekda Batanghari

“Untuk mengatasi karhutla bukannya mudah soal nya di kabupaten batanghari titik api yang paling besar terjadi di PT. REKI yang berada di desa sungai jerat, ada pun lahan yang tebakar di sana sebanyak 364hektar untuk mencegahnya sangatlah susah karena PT. REKI adalah PT nonprofit yang berkerja sama dengan negara luar seperti negara Denmark dan negara Inggris .jadi untuk mencabut izin diPT REKI tidak bisa di daerah harus kepusat / kementrian kehutanan” tegas sekda

Himbauan juga d katakan oleh KABAG KOP POLRES Batanghari BASTARI Y. “Penybab karhutla 90% ulah manusia. Jadi kita sudah kordinasi dengan menggala agni membentuk posko darurat yg ada di kecamatan pemayung dan kecamatan mersam,adapun hasil kerja sama kita selama ini sudah membawakan hasil kita sudah menangkap kelompok pembakaran lahan yang di namakan nadeak cs. Sejumlah 22 orang yg terbukti 18 orang sekarang berada di kapolres Batanghari” ujar bastari.  (ZAM/WYU/ZIK)

 

Print Friendly, PDF & Email