Selepas Pilpres, Ini Kata Kapolda Jambi: Tim Terpadu Gelar Operasi Illegal Drilling

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Kepala  Polisi Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Drs Muchlis, AS, MH dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id, Selasa (9/4-2019) mengatakan, Tim Terpadu akan menggelar operasi Illegal Drilling, Penambangan Emas Tanpa Ijin (Peti).

Dijelaskan Muchlis, usai menggelar Press Gathering bersama wartawan Unit Polda Jambi yang dilaksanakan di kawasan objek wisata Kampung Rajo, Ia mengungkapkan, operasi terhadap illegal drilling dan Peti oleh Tim Terpadu, akan dilaksanakan selepas Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April  2019.

Untuk saat ini, terang Muchlis, pihaknya sedang berkonsentrasi menghadapi  jalannya Pilpres dan Pileg, sehingga operasi terhadap

Illegal drilling dan Peti oleh Tim Terpadu nantinya baru dapat dilakanakan setelah pesta demokrasi itu.

“Kita konsentrasi menghadapi jalannya pesta demokrasi itu, dan berkemungkinan setelah itu Tim Terpadu akan menggelar operasi untuk menghentikan aktivitas illegal drilling dan Peti,” terang Munchlis.

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh aktivitas penambangan minyak illegal, atau illegal drilling di Desa Pompa Air dan  Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, terus berlangsung, sedikitnya saat ini terdapat ratusan sumur minyak,  baik sedang beroperasi maupun yang sudah ditinggalkan penambang illegal tersebut. (wahyu/sal/dik)

Print Friendly, PDF & Email