Selontok, Dasar Ikan Makan Taik

 S A Y A , tentu bukan orang yang pertama mengagumi sosok mantan Gubernur Jambi Abdurrahman Sayuti. Amal kebaikan, dan selanjutnya cita-cita sebagai seorang kepala daerah yang memiliki tujuan mensejahterakan rakyat Jambi telah Ia tunjukan selama dirinya memimpin daerah ini.
 
Sekarang, putra terbaik yang berasal dari Seberang, Kota Jambi itupun telah tiada. Tetapi bagi saya, sejarahnya dalam memimpin daerah ini menjadi inspirasi, karena dibalik Abdurrahman Sayuti, terselip sikap tegas, dengan ungkapan marah yang penuh makna guyonan, termasuk perkataannya soal Selontok.
 
Cerita perkataan Selontok, wujud amarah yang berujung suatu nasihat ala Abdurrahman Sayuti ketika itu. Maka  dari itu, tidak menjadi heran kalau anak buahnya berharap bisa mendapatkan julukan Selontok jika hal itu dilabelkan langsung oleh sang  gubernur dieranya.
 
Selontok, bisa dimaknai beragam, bisa saja perkataan itu dimaksudkan ‘mencarut’. Tetapi karena beragam makna dari Selontok itu sendiri, sehingga ada makna tersendiri yang dimaksudkan Selontok, merupakan ikan yang makan taik.
 
Kalau soal ikan yang makan taik, dan itupun disebutkan sebagai Selontok, bisa dijadikan sebuah pembenaran apa yang dimaknai dalam sebuah kemarahan, karena ikan yang makan taik pastinya tidak bisa dijadikan suatu kebenaran dalam kehidupan ikan itu sendiri, apalagi jika hal itu dikait-kaitkan dengan kehidupan manusia.
 
Selontok, kembali kita pertegas merupakan ikan yang memakan taik, dan itupun disebut ikan yang bodoh, ikan yang tolol, dan sebagainya. Tdetapi sekarang, soal makna sebagai Selontok yang makan taik itu tidaklah menjadi hal yang mesti diherankankan.
 
Sebab apa ? ditengah pemimpin bangsa ini tak mampu melepaskan sikap serakahnya, jabatan yang dimaksudkan untuk memperkaya diri dan kelompoknya, sudah sepantasnya mesti kita labelkan bersama – sama, kalau pemimpin itu merupakan habitat Selontok.
 
Tetapi yang jelas, sikap pengakuan Selontok yang dilabelkan Abdurrahman Sayuti itu, pastinya tak mungkin bisa kita dengar kembali. Tetapi ingat, makna dari Selontok yang merupakan ikan makan taik itu masih tetap saja berlangsung di tengah hidup dan kehidupan kita, karena keserakahan, rakus, dan sebagainya masih sebegitu kuatnya mempengaruhi hidup dan kehidupan umat. (***)
 
Noer Faisal, Pemimpin Redaksi
Print Friendly, PDF & Email