Sutan Adil Hendra, Seorang Pejuang Politik dengan Pondasi Nilai Keislaman yang Cukup Kuat

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Terlahir dalam tradisi pesantren dan kultur Islam AlSunnah Wal Jama’ah di Tapanuli Selatan, atau kini telah dimekarkan menjadi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), membentuk seorang Pejuang Politik Partai Gerindra ini kental dengan nilai-nilai Islami.

Sutan Adil Hendra atau yang lebih populer dengan panggilan SAH, menjalani masa kecilnya di Desa Huta Baringin, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Menjadi seorang anak dari pengasuh pesantren terbesar di Madina, membuat kehidupan SAH lekat dengan agama Islam.

Di masa kecil dan remajanya SAH dikenal sebagai anak yang berprestasi, peringkat 1 atau 2 di kelas dari tingkat SD hingga SMA pun tidak pernah lepas diraihnya. Kegemarannya berorganisasi dibuktikan dengan posisi Ketua Kelas yang selalu dipegangnya, bahkan ketika SMP, SAH juga dipercaya menjadi Ketua OSIS sekaligus Ketua Koperasi Sekolah. Berkat kepemimpinannya yang sangat baik ini, Koperasi Sekolahnya berhasil menjadi Koperasi teladan se-Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Bakat kepemimpinan SAH semakin terasah ketika memasuki jenjang SMA. Terbukti ia kembali didaulat menjadi Ketua OSIS, padahal saat itu ia baru menginjak kelas 1 SMA. Dimana kebiasaan selama ini posisi tersebut dipercayakan kepada murid kelas 2 atau kelas 3 SMA. Namun, kepercayaan ini dijawab oleh SAH dengan berbagai penghargaan yang diraih sekolahnya.

Dalam kehidupan, SAH mengaku sedari kecil dirinya selalu berpegang teguh kepada nasihat-nasihat orang tua. Dalam mengambil langkah dan keputusan apapun, ia selalu meminta izin dan do’a dari kedua orang tua. Sehingga, niat baik dan Ridho Allah SWT inilah yang membuat ia lebih tenang dalam melangkah, menjalani roda kehidupan.

“Saya menyadari betul, tidak akan kita dapatkan Ridho Allah SWT tanpa adanya Ridho dari orang tua. Hal itu pula yang mengantarkan saya, hingga dapat menyelesaikan pendidikan pasca sarjana dengan predikat cum laude (4.00). Hal ini tidak bisa saya raih begitu saja. Ini tidak terlepas dari dukungan keluarga terutama istri tercinta dan anak-anak serta doa orang tua. Dan kini, saya melanjutkan pendidikan program doktor (S3) Ekonomi di Universitas Jambi,” jelas SAH.

 

Terjun ke Dunia Politik

Tahun 2011, SAH dipercaya oleh Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto untuk memimpin Partai Gerindra di Provinsi Jambi. Tak tanggung-tanggung ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi. Sebelum dirinya menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, jumlah Anggota DPRD Provinsi, Kab/Kota hasil Pemilu 2009 hanya ada 13 orang. Semenjak dipimpinnya, di Pemilu 2014 Partai Gerindra mengalami peningkatan suara yang signifikan menjadi 46 anggota untuk DPRD Provinsi dan Kab/Kota. Tidak hanya itu, di Tahun 2014 SAH juga terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah tentu ini menjadi sesuatu tanggung jawab dan amanah yang sangat besar terhadap saya, karena masyarakat Jambi memberikan kepercayaan kepada saya. Saya ingin mewarnai dari pada seluruh tatanan berbangsa dan bernegara ini dengan politik yang baik sesuai dengan konstitusi, karena saya terus terang melihat bangsa kita kaya raya dan merupakan bangsa yang besar. Bahkan wilayah bangsa kita adalah terbesar nomor 4 di dunia, tetapi sungguh-sungguh sangat naif dalam kondisi bangsa yang kaya raya tetapi rakyatnya sangat miskin. Ini juga yang sering digambarkan Paradoks Indonesia oleh Bapak Prabowo Subianto,” jelas SAH.

Kekhawatiran ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi, karena kedepannya nasib anak bangsa akan menumpang di negaranya sendiri, mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati kekayaan sumber daya alam bangsanya sendiri. Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyelamatkan aset dan bangsa ini sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945. Jika pasal 33 UUD 1945 ini diterapkan secara konsekuen dan konsisten, maka tidak akan mungkin lagi BUMN Indonesia dibajak, atau dijual, atau dimiliki bangsa asing.

Filosofi SAH: Tentang pendidikan syarat masyarakat kaya di dunia dan akhirat.

Pemikiran besar Bapak Prabowo Subianto dalam Paradoks Indonesia membuat SAH melakukan renungan tentang  akar masalah bangsa ini, yang masih belum beranjak dari kemiskinan, kebodohan dan ketimpangan. Sumber segala permasalahan itu menurutnya adalah mutu pendidikan Indonesia yang masih rendah, dimana kondisi ini melahirkan generasi bangsa yang kurang siap untuk bersaing di dunia global. Sehingga, untuk membuat masyarakat kaya dunia dan akhirat sektor pendidikan harus dijadikan skala prioritas, karena tanpa pendidikan yang berkualitas masyarakat akan dekat dengan kebodohan, dan hal ini sangat dekat dengan kemiskinan.

Dengan alasan itu, SAH secara sadar dan ikhlas memilih berkiprah di Komisi X yang membidangi Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Pariwisata, Perpustakaan Nasional dan Ekonomi Kreatif. Padahal, fraksi Partai Gerindra menyiapkannya untuk duduk di Komisi V bidang infrastruktur yang dianggap sebagian kalangan paling “seksi” karena mengurusi pembangunan fisik. Tapi karena dorongan kesadaran yang tinggi untuk membangun pendidikan bangsa, SAH memperlihatkan keistiqomahannya dalam berjuang. Menurutnya, komisi pendidikan lebih dekat dengan nilai-nilai Islam untuk memerdekakan, membantu dan menyetarakan umat secara bermartabat.

Pembuktian kinerja di Senayan

Mengemban amanah yang besar sebagai Pimpinan Komisi X DPR RI, SAH secara konsisten memperjuangkan kepentingan Provinsi Jambi. Untuk program beasiswa, sampai tahun 2018 ini tidak kurang 187.000 Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di tingkat SD, SMP, SMA, SMK dari tahun 2014 yang ia bawa ke Provinsi Jambi. Di tingkat Pendidikan Tinggi termasuk 4.100 Beasiswa Bidikmisi untuk Mahasiswa perguruan tinggi Negeri dan Swasta, serta 2.600 PPA untuk Mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Jambi. Maka tak ayal beberapa tahun terakhir SAH dijuluki masyarakat sebagai Bapak Beasiswa Provinsi Jambi, menanggapi julukan ini dengan santai SAH mengatakan yang terpenting bagi dirinya bagaimana masyarakat terbantu dan angka putus sekolah bisa dikurangi.

“Saya menyadari betul, kondisi ekonomi yang sangat sulit saat ini khususnya di Provinsi Jambi, untuk itu saya terus perjuangkan membawa Beasiswa ke Provinsi Jambi. Saya tidak rela anak-anak di Provinsi Jambi putus sekolah dan tidak memiliki daya saing dengan daerah lain dan bangsa lain,” ungkapnya

Di bidang peningkatan infrastruktur sekolah, untuk tahun 2018 tidak kurang 6.189 program perbaikan sekolah telah SAH bawa ke Jambi baik dalam bentuk Ruang Kelas Baru (RKB), Pembangunan Perpustakaan, Pembangunan Laboratorium, Alat Kesenian dan lain sebagainya. Jika diakumulasikan dari tahun 2014-2018 angka tersebut mencapai  +/- 25.000 program kegiatan.

Terkait bidang pendidikan, tentunya aspek tenaga pendidik dan kependidikan juga penting untuk diperhatikan, pada Desember 2018 akhirnya SAH berhasil memperjuangkan Guru Tenaga Honor K II (THK II) untuk mendapatkan hak nya. SAH sukses melakukan koordinasi politik kepada pemerintah melalui jalur DPR terhadap masalah tuntutan guru honorer K2 untuk bisa diangkat menjadi CPNS. Melalui perdebatan yang panjang dan alot bersama pejabat-pejabat Kemendikbud RI, Kemenristekdikti RI, MENPANRB, MENDAGRI, dan Kemenkeu RI akhirnya berhasil disepakati keputusan yang memuaskan bagi seluruh guru honor k2 di tanah air.

Dimana, SAH sukses memperjuangkan untuk melakukan penyelesaian Guru THK II sejumlah 150.669 orang dan memberikan kesempatan kepada THK-II yang tidak lulus seleksi CPNS tahun 2018 untuk dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berdasarkan PP No.49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang akan dilakukan dengan menanisme seleksi khusus. SAH juga berhasil memberi batasan waktu bagi pemerintah untuk menyelesaikan masalah pengangkatan Tenaga Honorer K2 yang telah memenuhi syarat sampai dengan bulan Maret 2019 diangkat menjadi PNS. Serta, untuk Guru Honor yang belum memenuhi syarat S1 diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK mengacu peraturan perundang-undangan lainnya.

Di bidang status kelembagaan Perguruan Tinggi, SAH berhasil memperjuangkan Universitas Jambi menjadi Badan Layanan Umum Pendidikan, dimana status ini memberi kemudahan tata kelola keuangan dan administrasi secara lebih fleksibel dan akuntabel, dimana keleluasaan pengelolaan keuangan menjadi nilai tambah dalam melakukan percepatan perbaikan mutu pendidikan di suatu kampus, termasuk di Universitas Jambi. Memperjuangkan status Badan Layanan Umum (BLU) bagi Universitas Jambi ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena keputusan tersebut berada di dua kementerian sekaligus baik Kemenristekdikti RI dan Kementerian Keuangan RI, Alhamdulillah berkat kesungguhan dan koordinasi yang baik dari Rektor Unja, SAH berhasil mewujudkan UNJA menjadi Badan Layanan Umum Pendidikan setara dengan Universitas besar dan ternama di Indonesia.

Sejalan dengan itu, dalam peningkatan akreditasi program studi kedokteran Universitas Jambi, SAH juga berhasil melakukan percepatan proses akreditasi prodi kedokteran Unja menjadi B yang sebelumnya hanya berstatus C. Selain itu, beberapa Perguruan Tinggi Swasta seperti prodi manajemen dan pembangunan STIE Muhammadiyah Jambi yang semula C juga berhasil meningkat menjadi B.

Di bidang sarana dan prasarana olahraga SAH juga memberikan perhatian yang besar hal ini dibuktikan dengan dibangunnya tidak kurang dari 82 lapangan olahraga pedesaan dan ini belum termasuk bantuan peralatan olahraga seperti perlengkapan sepak bola, meja untuk pingpong (tenis meja dan sebagainya dari Kemenpora RI yang berhasil ia bawa dari pusat untuk masyarakat di Provinsi Jambi.

Dalam Bidang Pariwisata SAH juga memberi dukungan bagi daerah pemilihannya, terbukti sebanyak 3.500 pelaku usaha wisata mendapatkan pelatihan dari Kementerian Pariwisata. Untuk mewujudkan destinasi wisata unggulan di Provinsi Jambi, pada tahun 2016 Kerinci berhasil SAH perjuangkan untuk ditetapkan sebagai Branding Pariwisata Nasional. Dengan demikian, terbukalah akses transportasi misalnya Bandara Sultan Thaha akan menjadi Bandara Internasional dan lapangan terbang Depati Parbo Kerinci bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Demi menunjang pemberdayaan Ekonomi Kreatif tidak kurang 4.500 pelaku usaha di Provinsi Jambi yang telah SAH fasilitasi dan ikutkan dalam pelatihan sebagai fasilitasi dan ini belum termasuk 200 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau paten usaha yang diberikan gratis untuk UKM di Provinsi Jambi.

Selain itu, untuk memperluas layanan perpustakaan daerah Jambi SAH berhasil mendatangkan bantuan 5 unit mobil pustaka keliling bagi Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan ini belum termasuk ribuan buku-buku dan buku komunitas yang diterima berbagai sekolah, kelompok sosial dan organisasi. Serta, telah dilakukan kegiatan peningkatan minat baca kepada lebih dari 7.000 peserta dari berbagai kalangan, lingkungan pendidikan, sekolah dan pondok pesantren di Provinsi Jambi.

Dalam fungsi legislasi, untuk memberi pondasi perkembangan ilmu pengetahuan Indonesia dari negara berkembang menuju negara maju, SAH telah berinisiatif melahirkan Undang-Undang sebagai berikut; UU Sistem Perbukuan Nasional No.3 Tahun 2017 SAH sebagai Ketua Panjanya, UU tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam SAH sebagai Ketua Panjanya dan UU Pemajuan Kebudayaan No.5 Tahun 2017. Ketiga Undang-Undang tersebut merupakan prasyarat yang menjadi pilar kemajuan suatu bangsa.

 

Perlu Komunikasi yang Intensif

Menjadi Pejuang Politik di Senayan, tentu memiliki jadwal yang sangat padat. Tentu, waktu bersama keluarga akan terkuras. Namun, SAH bersama keluarga sudah mengantisipasi hal itu. SAH memastikan, kuncinya adalah pada komitmen dan komunikasi.

“Keluarga sangat mendukung karir saya di politik, sehingga ini sangat membantu saya. Karena dukungan dari keluarga luar biasa makanya saya juga memutuskan mau menerima amanah menjadi Ketua DPD Partai Gerindra di Provinsi Jambi,” imbuh SAH.

Dukungan penuh juga datang dari sang istri, Hj.Efi Herawati. Berawal dari pertemuan di Kota Jambi, perempuan yang dinikahinya pada tahun 1996 itu, selalu mendukung langkah SAH terutama dalam hal waktu yang begitu tersita semenjak ia melakoni bidang politik. Namun, kesibukan itu tetap mendorong SAH menempatkan keluarga pada skala prioritas nomer satu dan utama. Belajar dari Rasulullah SAW dalam memimpin keluarga, SAH mengedepankan komunikasi dan kepercayaan dalam keluarga.

“Ajaran Nabi Muhammad SAW itu adalah acuan saya dalam mengambil suatu keputusan. Jadi pedoman saya, baik dalam menata manajemen, baik menata keluarga, membimbing anak, maupun semua pedoman saya adalah apa yang digariskan oleh Rasulullah. Jika kita masih hidup di dunia, tentu kita harus berbuat banyak untuk umat. Karena Allah SWT mengatakan, belum dinyatakan seseorang itu beriman sebelum ia menyayangi saudaranya seperti menyayangi dirinya sendiri,” ungkap SAH.

Kepedulian SAH, dalam membina keluarga ini terlihat dari prestasi tiga orang putra-putri buah pernikahannya. Seperti, putra sulungnya M. Herpian Nugrahadil sudah menjadi seorang Dokter, selanjutnya putra keduanya M. Qowi Fikri Hadil juga sedang mene mpuh pendidikan dokter, dan putri bungsunya Hulwa Atika Adilita yang masih di SMA. Berbagai prestasi buah hatinya ini tidak terlepas dari manajemen keluarga yang dekat dengan nilai-nilai agama, sehingga anak-anak memiliki kekuatan moral dan spiritual untuk terus belajar memperbaiki kualitas hidup mereka hari ini dan masa depan.

Namun saya sangat menyadari, apa yang telah saya lakukan di DPR RI masih jauh dari harapan masyarakat, masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan, saya perjuangkan dengan penuh kesungguhan sehingga masyarakat Provinsi Jambi dan Indonesia bisa hidup Adil dan Makmur. Untuk itu, saya mohon do’a dan dukungannya kepada masyarakat Provinsi Jambi untuk memilih Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ke depan karena perjuangan di DPR akan lebih mudah dan bermakna jika visi dan misi saya di DPR didukung oleh kebijakan eksekutif yang lebih berpihak kepada rakyat, doakan kami untuk selalu amanah, Insha Allah 2019 Prabowo-Sandi Presiden dan saya juga mendapat kepercayaan untuk mewakili aspirasi masyarakat Provinsi Jambi sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024. Aamiin. (wahyu putra)

Print Friendly, PDF & Email