Terancam Banjir, Warga Pulau Kayu Aro Tagih Tanggul Sepanjang 800 Meter

0
57
Ketua RT 07, Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Almadani (pakai topi) didampingi warganya kepada reporter brandanews.co.id, Sabtu (16/9-2017) menyampaikan tagihan mereka yang dijanjikan kepada gubernur soal pembangunan tanggul sepanjang 800 meter. Poto/pono.
BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Warga Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, kembali menagih janji pembangunan tanggul Daerah Aliras Sungai (DAS) Batanghari sepanjang 800 meter kepada Pemerintah Provinsi Jambi.
 
Ketua RT 07, Desa Pulau Kayo Aro, Almadani (42) kepada reporter brandanews.co.id, Sabtu (16/9-2017) mengungkapkan, warga didaerah ini pernah dijanjikan oleh Gubernur Jambi sebelum Zumi Zola akan membangun tanggul sepanjang 800 meter, sebagai upaya mengatasi longsor tebing sungai dan banjir.
 
Namun, sampai gubernur itu lengser dan digantikan Gubernur Jambi Zumi Zola, janji itu tidak pernah terwujud terkecuali adanya pembangunan tanggul sepanjang 100 meter yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, dan itupun sempat roboh sepanjang 90 meter yang terjadi 26 Agustus 2015 lalu.
Tanggul penahan Tebing DAS Batanghari di Desa Pulau Kayu Aro yang dibangun BWSS VI sempat roboh, dan beginilah kondisi tanggul sekarang. Poto/pono

 

Sekarang ini, kata Almadani, warga Desa Pulau Kayu Aro kembali menagih janji pembangunan tanggul tersebut. Sebab kata Ia, daerah ini kerapkali dilanda banjir jika air di DAS Batanghari meluap, disamping itu juga warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan bibir sungai kuatir akan bencana longsor jika tanggul penahan tebing sungai tersebut tidak segera dibangun.
 
Selanjutnya Almadani yang juga didampingi sejumlah warga, seperti Igun (45) dan Abun (47) mengungkapkan, warga yang bermukim di RT 1, RT 2, RT 3 dan RT 7, merupakan daerah paling parah dilanda banjir jika DAS Batanghari meluap. “Rumah penduduk disini sering terendam banjir parah jika sungai itu meluap, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu,” kata Igun.
 
Kami berharap, kata mereka, Gubernur Jambi Zumi Zola dapat merealisasikan janji kepada warga Desa Pulau Aro untuk membangun tanggul itu walaupun bukanlan Zumi Zola yang berjanji ketika itu.
 
Disamping itu, Almadani bersama warganya juga berharap agar Gubernur Jambi dapat membangun sumur bor di 7 RT yang terdapat di Desa Pulau Kayu Aro. “Sumur bor itu sangat diperlukan masyarakat untuk keperluan pengairan persawahan tadah hujan yang ada di daerah ini,” pintanya.

 

Petani di Desa Pulau Kayu Aro berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat membangun Sum Bor untuk sumber air persawahan tadah hujan di daerah ini. Poto/pono
Hasil pertanian tanaman padi di daerah ini yang dikelola masyarakat hasilnya cukup bagus, seperti panen tahun ini. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi petani soal pengairan karena sawah yang dikelola petani merupakan persawahan tadah hujan sehingga membutuhkan sumur bor.
 
“Daerah Pulau Kayu Aro dapat dijadikan daerah lumbung pangan di Kabupaten Muarojambi, asalkan pemerintah dapat mendukung kebutuhan petani seperti kebutuhan air tersebut,” ujar Abun, sembari optimis kalau sumur bor itu dapat direalisasikan pembangunan daerah ini bisa diandalkan sebagai lumbung pangan. (sal/jul/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *