Truk Tronton Dapat Melaju Kecepatan 60 KM/Jam di Jalintim Jambi, Lampung – Sumsel Hanya 20 KM/Jam

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – “Saya berangkat dari Jakarta, Senin (21/5-2018), dan baru tiba di perbatasan Jambi, Jum’at (25/5-2018),” demikian dikatakan M Tambunan, pengemudi truk tronton bermuatan barang – barang kelontongan tujuan Jambi.

Dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id saat dijumpai di perbatasan Jambi – Sumatera Selatan(Sumsel), M Tambunan mengatakan, kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang menghubungkan Provinsi Lampung – Provinsi Sumatera Selatan, cukup buruk kondisinya, mengingat hampir disepanjang jalan di ruas itu yang aspalnya mulai bergeser menumpuk dibadan jalan.

Kondisi ruas Jalintim yang menghubungkan Jambi – Batas Sumatera Selatan terlihat cukup mulus. Poto/wahyu.

Kondisi ini, dikatakan M Tambunan, jelas sangat membahayakan bagi pengendera, karena dititik – titik tertentu jalan itu dianggap mulus oleh pengendara tetapi mendadak ada aspal yang menumpuk tinggi di badan jalan.

Ini sering memicu terjadinya kecelakaan, kata M Tambunan, dan tidak hanya itu, dengan kondisi Jalimtim seperti ini sehingga membuat pengendaran seperti truk tronton yang dikemudikan memperlambat kendaraannya sehingga terancam dengan kejahatan bajing loncat.

“Biasanya, kalau kendaraan hanya melaju 20 Km/Jam, biasanya sering menjadi sasaran kejahatan bajing loncat,” terangnya.

Menurut M Tambunan yang mengaku sebelum menjadi sopir sempat menjadi tenaga honor di bagian ke PU-an mengatakan, kondisi jalan dengan kerusakan seperti yang terjadi di Jalintim Lampung – Sumsel, karena sering dilakukan pengerjaan pengaspalan di saat musim penghujan.

“Handpond saja, ada masa gransinya selama setahun,misalnya.  Tetapi coba lihat membangun jalan yang belum lagi beberapa bulan sudah mengalami kerusakan, dan ini tandanya kurang pengawasan dalam pelaksanaannya,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai kondisi Jalintim Jambi, M Tambunan mengakui, kalau kondisi Jalintim Jambi sepanjang 214 KM yang menghubungkan  Batas Sumsel – Batas Riau, kendaraan tronton seperti yang dikemudikannya bisa memacu kecepatan hingga 60 KK/Jam.

“Tapi jangan coba – coga ngebut di Jalintim Lampung – Sumsel dengan kecepatan itu bisa terbalik,” katanya, sembari berharap Menteri PU/PERA bisa mengingatkan para pejabat di PU/PERA di kedua daerah tersebut.

Menurut saya, terang M Tambunan, kondisi Jalintim Jambi dapat dijadikan tolok ukur kondisi jalan nasional yang masih menggunakan aspal hotmix, dan ini buktinya hingga sekarang kondisi jalannya masih cukup aman untuk dilalui, termasuk juga keberadaan rambu – rambu lalulitas yang sangat mencukupi.

Selanjutnya, M Tambunan mengatakan, kalaulah kondisi Jalintim Jambi sama dengan Jalintim Lampung dan Sumsel, tentu kondisi ini dapat menekan harga kebutuhan pokok masyarakat karena tidak tidak lagi begitu terbebani dengan biaya ongkos angkut. (wyu/pon/sal)

 

Print Friendly, PDF & Email