ULP Tanjab Barat, Ini Kata Jumhadi: Harus Diperiksa Terindikasi Bersekongkol Menangkan PT Putra Kencana

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Seperti diberitakan sebelumnya, tender proyek peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih yang ditenderkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pokja 14, Kabupaten Tanjungjabung Barat, terus dipersoalkan, dan akhirnya mulai terungkap adanya persekongkolan.

Kuasa direktur PT Bahana Pratama Konstruksi Jumhadi SE di kantor redaksi brandanews.co.id, Sabtu (26/5-2018), mengungkapkan, sejak awal pihaknya sudah mencium gelagat yang tidak beres yang dilakukan pihak ULP untuk memenangkan PT Putra Kencana terhadap tender proyek yang dibiayai APBD Tanjungjabung Barat tahun 2018, dengan nilai pagu Rp 46.513.090.000.

PT Putra Kencana, dikatakan Jumhadi, berada di posisi ke 15 dari 19 peserta tender, sedangkan perusahannya berada diurutan ke 9, dengan nilai penawaran Rp 45. 346.680.000, sedangkan PT Putra Kencana dengan nilai penawaran Rp 45.815. 449, dengan nilai penawaran itu terjadi perselisihan harga yang menghemat keuangan negara sebesar Rp 468.769.000.

Namun, terang Juhmadi, pihak ULP/Pokja 14 tetap memenangkan PT Putra Kencana, dengan berbagai alasan untuk menggugurkan PT Bahana Pratama Konstruksi, seperti awalnya dikatakan tidak dapat memperlihatkan asli Surat Keterangan Ahli (SKA).

Tetapi, waktu pembuktian kualifikasi PT Bahana Pratama Konstruksi dapat menunjukan SKA yang asli sesuai yang dimintakan pihak ULP, lantas belakangan pihak ULP mencari alasan lain dengan menyebutkan PT Bahana Pratama Konstruksi tidak dapat memperlihatkan Ijazah asli, dan hal ini juga dibantah oleh PT Bahana Pratama Konstruksi, dikatakan Jumhadi, karena pihaknya tetap dapat memperlihatkan apa yang dimaksudkan pihak ULP tersebut.

Malah, kata Jumhadi, saat pembuktian kualifikasi PT Bahana Pratama Konstruksi sempat meminta klarifikasi ulang kepada pihak ULP supaya membuktikan persyaratan yang dimaksudkan mereka,  karena perusahaannya sudah melengkapi seluruh persyaratan tender tersebut.

“Anehnya, pihak ULP tidak mengubris permintaan pihaknya,” terang Jumhadi.

Menurut Jumhadi, undangan pembuktian kualifikasi kepada PT Bahana Pratama Konstruksi yang dilakukan pihak ULP hanyalah ‘akal – akalan’  karena PT Putra Kencana sudah dipersiapkan pihak ULP untuk memenangkan tender peningkatan akses jaringan pipa air bersih itu.

“Undangan ULP kepada PT Bahana Pratama Konstruksi hanyalah ‘akal – akalan’ yang sengaja dilakukan untuk tujuan memuluskan PT Putra Kencana yang terindikasi persekongkolan secara masif,” ungkapnya.

Dan apa yang disangkakan itu, kata Jumhadi, terbukti hasil yang tertuang dalam BAHP ditahapan 9 pembuktian kualifikasi dan pembuatan berita acara pembuktian kualifikasi dimana diterangkan jumlah penawar yang mengikuti pembuktian kualifikasi hanya PT Putra Kencana.

Dasar itulah, kata Jumhadi, pihaknya tetap mendesak supaya tender proyek itu dibatalkan, dan pejabat di ULP/Pokja 14 Kabupaten Tanjungjabung Barat yang diketuai Ilmardi diperiksa oleh pihak Kepolisian, kejaksaan dan KPK, karena terindikasi adanya persekongkolan untuk memenangkan PT Putra Kencana. (sal/wyu/pon)

 

Print Friendly, PDF & Email