WALHI Jambi Desak Tim Terpadu Segera Hentikan Illegal Drilling

Penambangan Minyak Illegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, memasuki wilayah kerja Pertamina. Poto/ist

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi mendesak Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari, pihak Pertamina, dan Polri, mengambil tindakan tegas menghentikan penambangan minyak illegal, atau  illegal drilling yang terjadi di Desa Pompa Air, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Direktur Ekskutif WALHI Jambi, Rudiansyah kepada reporter brandanews.co.id, Rabu (10/4-2019) mengungkapkan, dampak dari penambangan minyal illegal itu, telah mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan secara masif, termasuk sangat membahayakan terhadap pekerja tambang minyak illegal itu sendiri.

Sudah tidak ada waktu lagi, kata Rudiansyah, untuk menunda – nunda waktu penanganan menghentikan aktivitas penambangan minyak illegal itu, karena akibat penambangan yang terkesan dibiarkan selama ini berlangsung telah mengakibatkan kerusakan aspek lingkungan semakin meluas dan parah.

“Sudah harus dihentikan penambangan minyak illegal itu, dan  sudah tidak ada waktu lagi untuk menunda – nundanya karena kerusakan lingkungan aspeknya semakin parah dan kondisi kerusakannya terus meluas,” terang Rudiansyah.

Selanjutnya, dikatakan  Rudiansyah, kalaupun ada rencana Tim Terpadu akan melaksanakan operasi setelah habis Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tentunya Pemerintah Provinsi Jambi, maupun Pemerintah Kabupaten Batanghari, dan Pertamina Jambi, sekarang dapat melakukan operasi sambil menunggu dilaksanakannya operasi melalui Tim Terpadu.

‘Jadi tidak perlu menunggu waktu hingga habis Pemilu, sekarang pemerintah daerah maupun pihak Pertamina dapat melakukan penindakan itu sekarang karena dampaknya sangat membahayakan lingkungan,” terangnya.

Tidak hanya itu, kata Rudiansyah menambahkan, ancaman terhadap pekerja tambang minyak illegal itu sangat membahayakan seperti yang diketahui, mereka (Pekerja) tidak memiliki ilmu dan sistem pengamanan yang standar terhadap pekerja tambang minyak.

Diakhir keterangannya, Direktur Eksekutif WALHI Jambi, Rudiansyah mengatakan, berlangsungnya aktivitas penambangan minyak illegal di Kabupaten Batanghari, semakin membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah maupun pihak Pertamina Jambi, dan ini salah satu bukti penambangan minyak illegal itu sudah memasuki wilayah kerja Pertamina, seperti di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang. (wyu/jul/sal)

Print Friendly, PDF & Email