“Waspadai, Faham Komunis Masuk Dalam Perahu Pancasila”

Rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila kian semakin kuat, dan terlihat dilakukan sudah secara terang-terangan.

Bahkan tidak hanya itu, simbol – simbol perlawanan untuk menghancurkan NKRI dan Pancasila, sudah nekad dipertontonkan seperti apa yang dilakukan kelompok sparatis Papua Merdeka, tidak saja berani membakar bendera Sangsaka Merah Putih, tetapi kelompok ini juga nekad menaikan benderanya sebagai simbol perlawanan.

Itu kisah nyata yang terjadi di Papua, dan di sejumlah daerah seperti Pulau Jawa serta beberapa daerah lainnya, simbol dan faham komunis seperti bendera bergambar palu dan arit dan yang lainnya, seakan mengajak bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Apalagi, ada yang sudah nekad memakai baju dengan simbol PKI seperti yang ditangkap aparat keamanan beberapa waktu lalu.

Kenyataan terhadap kondisi seperti ini tentunya tidak boleh terus menerus dibiarkan. Rakyat Indonesia yang anti faham komunis sudah selayaknya melawan, dan hancurkan paham bahaya laten komunis itu demi mempertahankan NKRI dan Pancasila.

Memang untuk melakukan perlawanan terhadap faham komunis itu tidaklah mudah seperti kita dulu melawan PKI. PKI dan faham komunis sekarang ini tidak lagi jauh berseberangan dengan Pancasila seperti saat PKI itu lahir di zamannya.

Waspadai, sekarang PKI dan faham komunis itu nekad menempel di dalam satu ruang perahu yang kita namakan Pancasila. PKI dan faham komunis naik dan menempel Pancasila sebagai tujuan meruntuhkan Pancasila dan NKRI. Kenyataan inilah, sehingga ada kelompok – kelompok yang merasa terusik dan terganggu ketika kita bersama – sama atas nama rakyat Indonesia bertekad mempertahankan NKRI dan Pancasila itu.

Namun apapun bentuk dan wujud yang dilakukan PKI dan faham komunis gaya baru sekarang ini, pastikan kita semua melawan mereka, karena mempertahankan NKRI dan Pancasila adalah harga mati, bersama Tentara Nasional Indonesia dan Polri (TNI/Polri) dan rakyat siap untuk melawan PKI dan faham komunis walaupun kelompok bahaya laten itu menempel di perahunya Pancasila. (***)

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email