Yatim Piatu Laris Manis di Ramadhan

Anak – anak yatim piatu, tak ubahnya seperti artis yang sedang kebanjir an order manggung selama bulan suci Ramadhan. Inilah hebatnya, setiap Ramadhan datang, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh pengampunan dosa, anak yatim piatu teramat sangat begitu istimewanya.

Ramadhan, ya Ramadhan, bulan pengampunan dosa, bulan yang penuh berkah, dan bulan yang begitu istimewanya dari segala bulan yang ada. Inilah Ramadhan, sehingga Ramadhan pun dijadikan bulan untuk umat Islam meningkatkan ibadahnya dan sekaligus memperbanyak sedekahnya.

Jangan heran, karena inilah sikapnya, bersedekah di bulan Ramadhan, salah satu bulan yang teramat disucikan bagi umat Islam itu, sehingga jangan dianggap gampang untuk bisa mendapatan anak yatim piatu untuk datang menerima satunan yang akan kita berikan di bulan yang penuh berkah ini.

Padahal, kalau kita mau jujur sesungguhnya persoalan bersedekah, atau menyangkut keinginan menyantuni anak – anak yatim piatu itu tentu juga tidak ada larangan pada bulan lain di luar bulan Ramadhan. Tetapi, mau tidak mau harus dikatakan, menyantuni anak yatim piatu seakan dianggap tak seimbang pahalanya ketika santunan itu diberikan tidaklah disaat umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Kenyataan seperti inilah, sehingga bersedekah itu baru dianggap berimbang pahalanya karena diberikan kepada anak – anak yatim piatu  dikala Ramadhan datang. Apakah ini sebenarnya, makna pahala yang didapat dari kita yang bersedekah. Inilah yang menjadi aneh, ketika Ramadhan berakhir dan bulan berganti bulan anak – anak yatim piatu itu, tak ubahnya seperti kembali merasakan anak ayam kehilangan induknya.

Bagaimana tidak ? Panti – panti asuhan yang mengurusi anak – anak yatim piatu ‘kelimpungan’ mencari orang yang mau bersedekah  setelah bulan Ramadhan  berakhir. Jelas, kondisi ini kenyataan yang sebenarnya dikala Ramadhan anak yatim piatu sudah memiliki jadwal tersendiri, sementara Ramadhan selesai anak yatim piatu itupun hilang dari ingatan kita semua.

Semestinya tidaklah begitu, persoalan bersedekah menyantuni anak yatim piatu tidaklah semestinya merujuk disaat Ramadhan. Sebab apa ? Bulan lain dari sebelas bulan yang ada merupakan bulan yang juga penuh berkah untuk kita semua bisa menyantuni anak – anak yatim piatu itu. Untuk itu, kembali kita saling mengingatkan, sedekah yang kita lakukan butuh keikhlasan bukalan karena mengaju soal Ramadhan.

Ingatlah, anak yatim piatu butuh disantuni, dan bukanlah berarti santuni itu sudah dianggap cukup, karena sebelas bulan bukanlah bulan suci Ramadhan. Alamak, mari kita semua merubahnya untuk tetap bersedekah di sebelas bulan yang ada setelah Ramadhan ini berakhir.

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email