Zumi Zola Didesak Segera Copot Kadis PU Jambi

Kondisi jalan rusak akses Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, telah membuat daerah ini menjadi terisolir. doc Brandanews.co.id

BRANDANEWS.CO.ID – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli didesak segera mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jambi Dodi Irawan dari jabatannya.

Pasalnya, Ia dianggap tidak mampu, atau tidak cekatan dalam mengatasi kerusakan ruas jalan yang akhirnya berdampak, tidak saja terhadap roda perekonomian, tetapi lebih dari itu sudah mengakibatkan adanya daerah yang menjadi terisolir.

Desnat, salah seorang tokoh masyarakat di Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, kepada brandanews.co.id, Selasa (4/4-2017) mengungkapkan, kerusakan ruas jalan di daerahnya telah mengakibatkan terhetinya roda perekonomian, serta kondisi itu semakin parah karena daerah ini sekarang sudah dapat dikatakan sebagai daerah yang terisolir.

“Sungai Bahar, kalau yang sebelumnya merupakan daerah dengan tingkat perokonomian cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Provinsi Jambi, tetapi kondisi sekarang justru terbalik, daerah ini menjadi terisolir karena sulitnya ruas jalan yang ada untuk dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk truk pengangkut buah sawit hasil panen petani,” kata Desnat.

Menurut Desnat, akibat kerusakan ruas jalan di Sungai bahar itu, seperti di Bahar Selatan, dan daerah sekitarnya, telah mengakibat petani sawit tidak lagi dapat memanen buah sawit karena merasakan harga jual buah dengan ongkos angkut tidak lagi sebanding.

“Sekarang ini, sudah ada dua bulan petani sawit yang tidak lagi memanen buah karena menganggap percuma memanen karena harga jual dengan ongkos angkut tidak sebanding,” katanya.

Selanjutnya menurut Ia, dampak kerusakan ruas jalan yang menghubungkan Nyogan – Sungai Bahar, atau Pinang Tinggi – Sungai Bahar, sekarang juga telah memicu naiknya harga sembilan bahan pokok di daerahnya itu. Sementara, disisi lain petani tidak dapat memanen buah sawit sebagai andalan perekonomian petani karena kerusakan ruas jalan itu.

Padahal, menurut Ia, kalau saja Kepala Dinas PU Jambi memiliki kemampuan yang bisa diandalkan untuk mengatasi kerusakan ruas jalan, semestinya jalan itu sudah teratasi dari kerusakannya, termasuk dengan langkahnya memperbaiki secara darurat. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu, justru proses tender proyek jalan yang dikelola Dinas PU Jambi terkesan lamban.

Disisi lain, kata Desnat, ada kesan negatif yang mencolok, dimana ketika masyarakat mengharapkan kehadiran pejabat pemerintah, seperti mengatasi kerusakan jalan di Sungai Bahar, ternyata mereka tidak pernah hadir, dan ini membuktikan kalau pejabat yang berada di Kabinet Zumi Zola Zulkifli diragukan kinerjanya dalam mendukung Jambi Tuntas 2021 itu. (Jon/nok)

Print Friendly, PDF & Email