Bagi banyak pasangan keturunan Tionghoa di Indonesia, sangjit adalah salah satu momen paling penting sebelum pernikahan. Namun, masih banyak orang yang bertanya sangjit itu apa dan mengapa prosesi ini terasa begitu sakral dan penuh aturan. Di balik hantaran merah, kotak kue, dan angpau yang tertata rapi, tersimpan simbol, harapan, dan tradisi turun-temurun yang terus dijaga hingga sekarang.
Sangjit Itu Apa dalam Tradisi Tionghoa Indonesia
Sebelum memahami detail prosesi, penting untuk menjawab dulu pertanyaan mendasar sangjit itu apa dalam kacamata budaya Tionghoa. Sangjit adalah prosesi lamaran resmi dalam adat Tionghoa yang dilakukan setelah lamaran modern disepakati, namun sebelum hari pernikahan. Di momen inilah keluarga pihak pria secara simbolis menyerahkan seserahan kepada keluarga pihak wanita.
Secara tradisional, sangjit menandai keseriusan pihak pria untuk meminang sang calon pengantin wanita. Bukan sekadar serah terima hadiah, sangjit juga menjadi ajang perkenalan keluarga besar, pembicaraan teknis pernikahan, hingga penegasan status bahwa sang wanita sudah “diikat” dan tidak lagi dianggap lajang.
“Dalam banyak keluarga Tionghoa, sangjit bukan hanya seremoni, tetapi deklarasi terbuka bahwa dua keluarga resmi menjalin ikatan.”
Asal Usul dan Perjalanan Sejarah Sangjit Itu Apa
Tradisi sangjit itu apa adanya sekarang merupakan hasil perjalanan panjang budaya Tionghoa yang beradaptasi dengan konteks lokal di Indonesia. Akar sangjit dapat ditelusuri ke tradisi kuno di Tiongkok yang disebut guo da li, yaitu ritual pemberian hadiah dari keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu.
Di masa lalu, guo da li memiliki fungsi ekonomi yang sangat kuat. Keluarga pria membawa persembahan berupa makanan, kain, perhiasan, dan barang berharga lain sebagai jaminan bahwa mereka mampu menafkahi calon istri. Seiring waktu dan perpindahan orang Tionghoa ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tradisi ini mengalami penyesuaian.
Di Indonesia, istilah sangjit menjadi lebih populer di kalangan Tionghoa peranakan. Prosesi tetap mempertahankan roh utamanya yaitu penghormatan, komitmen, dan simbol kemakmuran tetapi dengan unsur lokal yang lebih fleksibel, baik dari sisi jenis hantaran, tata cara, hingga busana yang digunakan.
Urutan Acara Sangjit Itu Apa yang Terjadi di Hari H
Bagi yang baru pertama kali terlibat, urutan acara sangjit bisa terasa rumit. Memahami alurnya akan membantu menjawab lebih jelas sangjit itu apa dalam praktik sehari hari. Meski tiap keluarga bisa memiliki variasi, secara umum alurnya sebagai berikut.
Rombongan Tamu dan Penyambutan Sangjit Itu Apa yang Diatur Ketat
Rangkaian sangjit itu apa adanya dimulai dari kedatangan rombongan keluarga pria ke rumah keluarga wanita atau ke venue yang sudah disepakati. Jumlah orang dari pihak pria biasanya diatur, misalnya 8, 10, atau 12 orang, karena angka genap dan angka tertentu seperti 8 dianggap membawa keberuntungan.
Rombongan pria membawa kotak kotak hantaran yang umumnya berwarna merah dengan hiasan emas. Di pintu masuk, keluarga wanita akan menyambut dan mengarahkan ke ruangan utama. Biasanya ada perwakilan dari kedua belah pihak yang bertugas sebagai juru bicara, terutama orang yang dituakan atau dianggap paling pandai berbicara.
Setelah semua siap, perwakilan pihak pria akan menyampaikan maksud kedatangan, lalu perwakilan pihak wanita menjawab dengan ucapan selamat datang dan penerimaan simbolis.
Serah Terima Hantaran Sangjit Itu Apa Maknanya
Bagian inti dari sangjit itu apa adanya adalah prosesi serah terima hantaran. Kotak kotak seserahan yang dibawa pihak pria akan disusun rapi, kemudian diperlihatkan dan secara simbolis diserahkan kepada pihak wanita. Di beberapa keluarga, ada ritual kecil seperti menukar posisi kotak atau memindahkan sebagian isi hantaran.
Pada momen ini, biasanya keluarga akan saling mengucapkan harapan baik, doa untuk kelancaran pernikahan, dan ucapan terima kasih. Suasana bisa terasa khidmat namun juga hangat, karena menjadi titik resmi pengikat hubungan kedua keluarga.
Ramah Tamah dan Foto Bersama Setelah Sangjit Itu Apa yang Dirasakan
Setelah prosesi formal selesai, acara berlanjut dengan ramah tamah. Inilah saat semua anggota keluarga saling berkenalan lebih dekat. Hidangan makan siang atau makan malam biasanya disajikan. Sesi foto bersama dengan latar dekorasi sangjit menjadi bagian penting, terutama bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen ini secara profesional.
Di sinilah banyak orang baru memahami secara langsung sangjit itu apa fungsinya di luar simbolisme, yaitu sebagai jembatan sosial antara dua keluarga yang sebelumnya mungkin belum saling mengenal.
Isi Hantaran Sangjit Itu Apa Saja Simbolnya
Pertanyaan yang sering muncul berikutnya adalah isi hantaran sangjit itu apa saja dan mengapa terlihat begitu spesifik. Setiap barang yang dibawa dalam sangjit memiliki makna simbolis, bukan sekadar hadiah.
Perhiasan dan Uang Seserahan dalam Sangjit Itu Apa Artinya
Perhiasan emas seperti kalung, gelang, cincin, dan anting hampir selalu menjadi bagian utama hantaran. Perhiasan ini melambangkan komitmen, kestabilan finansial, dan harapan agar kehidupan rumah tangga kelak dipenuhi kemakmuran.
Selain perhiasan, uang seserahan atau angpau dalam jumlah tertentu juga disertakan. Jumlahnya biasanya diatur dalam angka keberuntungan, misalnya mengandung angka 8 atau 9. Uang ini sering dimaknai sebagai bekal awal, penghormatan kepada keluarga wanita, sekaligus simbol kesanggupan pria menafkahi.
“Ada keluarga yang menekankan nilai uang, ada pula yang lebih menekankan simbol. Namun, esensi sangjit tetap soal penghormatan dan niat baik, bukan soal pamer kemampuan.”
Kue, Makanan, dan Buah dalam Sangjit Itu Apa Maknanya
Kue kue tradisional seperti kue keranjang, kue bulan, atau kue manis lainnya kerap hadir di meja sangjit. Kue manis melambangkan harapan agar kehidupan pernikahan terasa manis dan harmonis. Jumlah kue biasanya genap, sebagai simbol pasangan dan keberuntungan.
Buah buahan seperti jeruk, apel, atau anggur juga sering disertakan. Jeruk melambangkan kemakmuran dan keberuntungan, apel melambangkan kedamaian, dan anggur melambangkan rezeki yang berkelanjutan. Semua dipilih bukan hanya karena enak, tetapi karena makna simboliknya yang kuat dalam budaya Tionghoa.
Seserahan Pakaian dan Kosmetik di Sangjit Itu Apa Pesannya
Di beberapa keluarga, sangjit juga mencakup seserahan berupa pakaian, kain, atau perlengkapan kosmetik dan perawatan tubuh. Pakaian melambangkan kesiapan memasuki peran baru sebagai istri, sedangkan kosmetik dianggap sebagai simbol perhatian dan pemeliharaan diri.
Kini, isi hantaran bisa lebih modern, misalnya tas bermerek, sepatu, atau produk kecantikan kekinian. Namun, esensinya tetap sama yaitu menunjukkan perhatian dan niat baik dari pihak pria kepada calon istri dan keluarganya.
Aturan dan Pantangan Sangjit Itu Apa Saja yang Perlu Diketahui
Di balik kemeriahan dekorasi dan kegembiraan keluarga, ada sejumlah aturan dan pantangan yang membuat banyak orang ingin tahu lebih dalam sangjit itu apa batasannya. Aturan ini biasanya diturunkan dari orang tua atau konsultan adat yang membantu persiapan.
Penentuan Tanggal dan Jam Sangjit Itu Apa Pertimbangannya
Pemilihan tanggal sangjit tidak dilakukan sembarangan. Banyak keluarga Tionghoa masih berkonsultasi dengan orang tua, tetua keluarga, atau bahkan ahli feng shui dan kalender lunar untuk menentukan hari baik. Tanggal yang dipilih diharapkan membawa keberuntungan, menghindari hari hari yang dianggap kurang baik menurut perhitungan tradisional.
Jam pelaksanaan pun kadang diatur, misalnya dianjurkan pagi atau siang hari. Pertimbangan ini bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga praktis demi kenyamanan seluruh keluarga yang hadir.
Aturan Jumlah Hantaran Sangjit Itu Apa yang Dianggap Ideal
Jumlah kotak hantaran dan isi di dalamnya sering diatur dengan teliti. Angka genap dan angka tertentu seperti 8 dan 12 populer karena diyakini membawa hoki. Beberapa keluarga memiliki tradisi spesifik, misalnya harus ada 6 jenis kue, 8 kotak hadiah, atau 12 item berbeda.
Di sisi lain, ada pula aturan tidak tertulis mengenai pembagian kembali hantaran. Sebagian isi seserahan seperti kue atau buah sering dikembalikan sebagian oleh pihak wanita kepada pihak pria sebagai simbol berbagi rezeki dan saling menghormati.
Pantangan Umum di Sangjit Itu Apa yang Harus Dihindari
Pantangan dalam sangjit umumnya berkaitan dengan hal hal yang dianggap tidak membawa keberuntungan atau bisa menyinggung keluarga lain. Misalnya, menghindari warna hitam sebagai warna dominan, karena sering diasosiasikan dengan duka. Hadiah yang mengandung simbol perpisahan atau kesialan juga dihindari.
Selain itu, suasana konflik atau perdebatan keras antara keluarga sebisa mungkin dihindari pada hari sangjit. Momen ini dijaga agar tetap hangat, penuh doa baik, dan tidak ternodai oleh pertengkaran yang bisa meninggalkan kesan buruk.
Busana dan Dekorasi Sangjit Itu Apa yang Membedakannya
Secara visual, sangjit mudah dikenali dari dominasi warna merah dan emas serta busana tradisional yang dikenakan. Ini menjadi salah satu aspek yang membuat banyak orang tertarik menggali lebih jauh sangjit itu apa keunikannya dibanding acara lamaran lain.
Pilihan Pakaian di Sangjit Itu Apa yang Umum Dipakai
Calon pengantin wanita biasanya mengenakan gaun berwarna merah, marun, atau warna cerah lain dengan sentuhan Tionghoa seperti cheongsam atau modern qipao. Pihak pria juga sering memakai kemeja atau setelan dengan aksen Tionghoa, kadang lengkap dengan rompi atau atasan khas.
Keluarga inti biasanya menyesuaikan tema warna agar terlihat serasi di foto. Walau begitu, kini banyak pasangan yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern, misalnya gaun merah dengan potongan kontemporer atau setelan jas pria yang hanya diberi aksen motif Tionghoa.
Dekorasi Ruangan Sangjit Itu Apa Ciri Khasnya
Dekorasi sangjit identik dengan warna merah dan emas, lampion, bunga, dan ornamen karakter Tionghoa seperti double happiness. Meja khusus untuk menata hantaran menjadi fokus utama dekorasi. Di atasnya, kotak kotak merah berisi seserahan disusun dengan rapi dan fotogenik.
Beberapa pasangan menambahkan backdrop khusus untuk foto keluarga, lengkap dengan nama pasangan dan tanggal sangjit. Penggunaan bunga segar, kain brokat, dan ornamen kayu berukir membuat suasana terasa elegan namun tetap hangat.
Perbedaan Sangjit dan Lamaran Modern Sangjit Itu Apa Bedanya
Di era sekarang, banyak pasangan melakukan dua jenis acara sebelum menikah yaitu lamaran modern dan sangjit. Hal ini sering memunculkan pertanyaan sangjit itu apa bedanya dengan lamaran biasa yang umum dilakukan di Indonesia.
Lamaran modern biasanya lebih sederhana dan fleksibel, bisa dilakukan tanpa aturan adat tertentu, dan fokus pada penyampaian niat menikah serta tukar cincin. Sementara itu, sangjit memiliki akar tradisi Tionghoa yang kuat dengan simbolisme, aturan jumlah, hingga jenis hantaran yang lebih terstruktur.
Ada pasangan yang menggabungkan keduanya dalam satu hari, ada juga yang memisahkan. Sangjit bisa dianggap sebagai pelengkap yang mengikat secara adat Tionghoa, sementara lamaran modern mengakomodasi keluarga besar yang tidak seluruhnya berlatar belakang Tionghoa.
Sangjit di Era Modern Sangjit Itu Apa Masih Relevan
Perkembangan zaman membuat banyak orang mempertanyakan sangjit itu apa masih perlu dilakukan, terutama bagi generasi muda yang hidup di kota besar dan memiliki gaya hidup lebih praktis. Meski demikian, kenyataannya sangjit tetap bertahan dan bahkan semakin populer, terutama karena dokumentasi foto dan media sosial.
Banyak pasangan yang memodifikasi prosesi sangjit agar lebih sesuai dengan kondisi mereka. Misalnya, menyederhanakan isi hantaran, mengurangi jumlah tamu, atau memilih venue di hotel dan restoran. Namun, unsur inti seperti serah terima seserahan, pertemuan keluarga, dan simbol penghormatan tetap dipertahankan.
Di satu sisi, sangjit memberikan ruang bagi generasi muda untuk menghormati orang tua dan leluhur. Di sisi lain, tradisi ini menjadi cara unik untuk merayakan momen pra pernikahan dengan identitas budaya yang kuat dan berbeda.
Dengan memahami sangjit itu apa dari sisi sejarah, urutan acara, simbol hantaran, hingga penyesuaiannya di era modern, banyak pasangan akhirnya melihat sangjit bukan sekadar kewajiban adat, tetapi kesempatan merayakan akar budaya mereka dengan cara yang hangat dan berkesan.


Comment